Selalu Terngiang, Peristiwa Mistis di Kamar Santri Sewaktu Ronda di Ponpes

Suatu ketika, di salah satu pesantren di Temanggung. Di pesantren, seorang santri juga mengharapkan kenyamanan agar bisa belajar dan mengaji dengan tenang. Seperti biasa, setiap malam memang dilakukan ronda malam di pondok itu. Biasanya memang sudah dibuat jadwal piket tiap malam. Kalau di dalam area asrama putri biasanya anak putri yang jaga. Tapi, di luar gerbang asrama putri, biasanya bagian anak putra yang menjaga.

Malam itu, masih berlangsung seperti biasanya. Para santri pun sedang memasuki jam belajar sesuai jadwal biasanya. Para santri tengah asyik belajar dan mengerjakan PR yang harus dikumpulkannya esok hari. Ada pula santri yang hanya membolak balik buku dan entah apa yang dilakukannya karena di pondok ketika waktu belajar tiba, tidak ada satu pun santri yang boleh melakukan kegiatan lain. Apabila pengurus melihatnya malah asyik melakukan kegiatan lain, santri tersebut bisa diberi teguran atau malah dikenai sanksi. Makanya, kadang kala jika santri sedang malas belajar, ia hanya berpura pura menulis dan membaca buku. Padahal di balik buku pelajarannya, terkadang tersimpan novel atau majalah yang sedang dibacanya.

Biasanya, jam belajar santri tersebut akan selesai pada pukul sepuluh. Bagi santri yang sudah selesai belajar, mereka diperbolehkan untuk tidur. Tetapi, bagi mereka yang memiliki tugas untuk berjaga, mereka harus melaksanakan tugasnya baru nantinya mereka dapat pergi tidur seperti teman temannya. Mereka yang berjaga tentunya tidak hanya satu orang. Ada beberapa orang santri yang menjaga dan berkeliling pada setiap kamar. Tugas dari penjaga tersebut bukan hanya untuk mewaspadai pencuri saja, tetapi penjaga juga harus memastikan bahwa santri benar benar sudah ada di ruangannya atau belum.

Lain halnya dengan santri perempuan yang penjagaannya hanya semacam mengabsen santri di seluruh kamar. Santri putra yang bertugas di luar area pondok atau gerbang benar benar harus menjaga keamanan pondok. Terkadang jika tidak dijaga, pernah ada kasus pencurian sepeda motor. Makanya, penjagaan pondok pada malam hari semakin diperketat agar kejadian semacam itu tidak terulang. Jadi, jika Anda melihat santri laki laki yang masih di luar pada jam malam, jangan syuudhon terlebih dahulu. Bisa saja, mereka memang sedang bertugas ronda pada malam itu sehingga mereka berjalan berkeliling mengitari area pondok sambil nongkrong bersama anak lain.

Dan pada suatu malam, ketika santri perempuan berjaga, mereka berkeliling mengitari kamar kamar para santri untuk mengecek apakah santri sudah tidur atau belum. Tibalah ia pada satu kamar dimana kamar tersebut sudah dimatikan lampunya. Namun, dari luar kamar, ia melihat ada satu santri perempuan yang masih belum tidur. Ia tampak sedang tertawa tawa padahal santri lain sudah tertidur pulas. Alangkah kesalnya si pengurus tersebut. Saking kesalnya ia langsung memasuki kamar tersebut dan menyentuh pundak si santri yang sedang tertawa.

Namun, alangkah terkejutnya sang pengurus. Setelah menyentuh pundak si santri, ia menoleh. Namun, yang menjadikannya menjerit kaget bercampur takut yaitu si santri tersebut memiliki muka yang datar. Ya, si santri yang ingin ia tidur itu adalah santri jadi-jadian yang bisa jadi penunggu kamar tersebut. Mendengar teriakan pengurus yang begitu keras, alhasil santri yang tertidur pulas akhirnya bangun dari tidurnya. Bahkan santri lain yang berbeda kamar pun berhamburan keluar untuk memastikan apa yang sedang terjadi. Sayangnya, saat lampu dihidupkan, santri jadi jadian tersebut menghilang. Pengurus pun lemas seketika setelah mengalami peristiwa yang mengagetkan sekaligus menakutkan. Akhirnya, para santri mengantarkan pengurus ke ruangannya dan berusaha untuk menghiburnya agar ketakutannya sedikit mereda.

Leave a Reply