Oreng Pote Muncul, Malapetakapun Datang

Pernah mendengar tentang Pulau Bawean? Ya benar sekali, pulau yang terletak di sebelah utara Surabaya yang menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Gresik dan berada di tengah-tengah laut Jawa ini memang terkenal dengan keindahan alamnya. Pantai yang menghampar mengelilingi Pulau ini menyuguhkan pemandangan yang luar biasa indahnya. Namun dibalik keindahan pulau ini terdapat juga cerita misteri yang tak kalah membuat bulu kuduk berdiri. Pulau ini memiliki keyakinan mengenai sosok hantu yang tidak begitu popular di kalangan masyarakat Indonesia layaknya gendruwo, pocong, kuntilanak dan lainnya. Hantu yang diyakini masyarakat Bawean ini disebut dengan oreng pote atau Bahasa Indonesianya hantu orang putih.

Menyeramkan dan Membawa Petaka

Masyarakat Bawen menyebut hantu ini demiikian karena penampakan hantu ini yang menyerupai manusia tetapi memiliki warna kulit yang putih pucat layaknya mayat. Masyarakat meyakini kalau hantu ini adalah jelmaan dari salah seorang penjajah yang tewas di Pulau Bawean akibat dari penyiksaan. Hantu orang putih menampakkan aura penuh dendam kepada masyarakat. Karena hal inilah masyarakat sangat takut akan sosok ini. Setiap sosok ini datang, bersiaplah untuk menghadapi bencana yang besar. Keyakinan ini terus mandarah daging bagi warga Pulau Bawean. Bencana tidak hanya menimpa yang melihat hantu ini akan tetapi bisa menjadi bencana bagi seluruh warga yang bertempat tinggal di sekitarnya. Sehingga ketika ada warga yang bercerita telah bertemu dengan hantu ini maka semua akan merasa gelisah, takut kalau bencana akan melanda.

Selain hantu pembawa petaka ini, Pulau Bawean masih memiliki beberapa hantu yang tidak kalah menyeramkan. Hantu yang dikenal menakutkan terutama bagi anak-anak adalah hantu ilung panjang. Hantu ilung panjang sesuai namanya memiliki hidung yang sangat Panjang hingga menyentuh tanah. Hantu ini bersosok laki-laki tua yang sudah bongkok dan berjalan dengan hidung sebagai tongkatnya. Hentakan hidung yang mengenai tanah mirip dengan hentakan tongkat pada umumnya, hanya saja suaranya lebih nyaring dan lebih keras. Di Pulau Bawean sendiri masyarakat meyakini bahwa hantu ini akan muncul di tengah malam dan menghampiri anak-anak yang belum tidur, tidak untuk menculiknya hanya untuk menakut-nakuti anak tersebut supaya segera tidur. Hantu ini membantu orang tua untuk menertibkan anaknya yang tidak mau istirahat padahal sudah waktunya istirahat. Banyak anak yang sudah ditemui oleh hantu ini. Yang paling menakutkan dari hantu ini adalah dia akan menancapkan hidung panjangnya ke makam anak yang berusia kurang dari lima tahun untuk menambah energi bagi tubuhnya.

Selain ilung panjang, hantu lainnya yang melegenda adalah matianak. Kalau kuntilanak sudah sering denger dan sering dikisahkan. Ya hantu tersebut adalah hantu yang identik dengan pencurian anak. Zaman dulu ketika ada anak yang tidak mau pulang main padahal sudah petang pasti akan ditakut-takuti akan diculik oleh hantu ini. nha, kalau matianak yang terkenal di pulau Bawean ini bukan hantu yang suka mencuri anak tetapi hantu yang hanya suka menggoda manusia. Karena hantu ini berjenis kelamin perempuan, manusia yang digodapun hanya yang laki-laki saja. Meskipun memiliki penampakan yang menyeramkan yaitu berambut panjang wajah tidak cantik dan memakai gaun warna putih, hantu ini tidak seperti oreng pote yang diisyaratkan sebagai pertanda malapetaka, hantu ini tidak menandai akan adanya bencana. Yang dilakukan sekedar iseng untuk menggoda saja tidak menculik apalagi membunuh.

Leave a Reply