Home > Unik > Mitos Jawa Yang Dipercaya Masayarakat Hingga Sekarang

Mitos Jawa Yang Dipercaya Masayarakat Hingga Sekarang

Masyarakat Jawa sangat berkaitan erat dan menjunjung tinggi budayanya. Selain itu, mereka juga sangat mempercayai mitos, legenda atau satu kata yang sudah asing lagi bagi telinga kamu, ‘pamali’. Pamali ini biasanya digunakan para orang tua untuk melarang para anak-anak supaya tidak melakukan suatu perbuatan yang tidak sopan atau tidak sesuai dengan budaya. Beberapa mitos Jawa yang berkembang di masyarakat tidak jarang masih dipercaya oleh masyarakat. Seperti beberapa mitos berikut ini.

Mitos jawa yang masih dipercayai masyarakat

Kali ini kamu akan membahas mengenai mitos Jawa yang masih dipercaya masyarakat dari dulu hingga sekarang, yaitu:

  1. Duduk di depan pintu

Mitos ini biasanya berlaku bagi para remaja, khususnya bagi remaja putri. Ketika melihat jika anak gadis duduk di depan pintu, maka diyakini akan sulit mendapatkan jodoh. Dan mitos ini masih dipercaya hingga sekarang.

  1. Menyapu tidak bersih

Para wanita yang biasanya melakukan pekerjaan rumah, diharuskan untuk mengerjakannya hingga bersih. Karena sudah beredar mitos dari zaman dulu, bahwa seorang wanita yang menyapunya tidak bersih akan mendapatkan jodoh yang brewokan.

  1. Makan tidak habis

Para orang tua pastinya sering sekali membujuk anaknya untuk menghabiskan makanannya. Salah satu mitos yang selalu didengungkan para orang tua adalah jika tidak menghabiskan makanan, khususnya nasi, nasinya akan nangis atau jika memiliki ayam, ayamnya akan mudah mati.

  1. Menggigit kuku

Percaya deh pasti banyak banget kan yang jadiin perilaku ini sebagai kebiasaan. Tapi ternyata menggigiti kuku termasuk dalam mitos Jawa yang dipercaya masyarakatnya. Konon, jika kita suka menggigiti kuku, akan mengundang nasib buruk atau kesialan.

  1. Bersiul pada malam hari

Mitos Jawa ini juga sudah terkenal bagi sebagian masyarakat Indonesia. Bersiul pada malam hari dipercaya akan memanggil setan. Sebagian orang yang mempercayai tidak akan berani untuk bersiul pada malam hari.

  1. Anak kecil keluar pada waktu menjelang Maghrib

Masyarakat akan melarang anak-anak mereka keluar pada menjelang Maghrib. Para orang tua akan menakuti anak-anak kalau mereka akan diculik oleh wewe gombel jika tetap keluar. Masyarakat memang meyakini bahwa menjelang Maghrib merupakan waktu setan atau hantu berkeliaran.

  1. Memotong kuku pada malam hari

Mitos ini dipercaya bahwa jika memotong kuku di malam hari, akan membuat usia orang tersebut lebih singkat.

  1. Bangun tidur

Mitos ini terkenal dan dipercaya tidak hanya bagi masyarakat Jawa, tetapi masyarakat luas. Mereka percaya bahwa seseorang yang bangun tidur siang hari atau saat matahari sudah muncul, maka akan susah mencari rezeki. Atau kamu biasa mendengarnya ‘rezekinya keburu dipatok ayam’.

  1. Bulu mata jatuh

Banyak orang yang mempercayai, konon jika bulu mata seseorang jatuh maka ada yang kangen atau rindu dengan orang tersebut.

  1. Mengantongi batu

Mitos ini mungkin masih dipercaya bahkan diterapkan bagi sebagian orang. Jika anda sedang dalam perjalanan, ingin buang air besar namun tidak ada toilet, maka anda cukup mengenggam atau mengantongi batu. Cara ini dipercaya dapat menahan buang air besar lebih lama.

  1. Kejatuhan cicak di kepala

Masyarakat mempercayai bahwa kajatuhan cicak menjadi pertanda akan mendapatkan kesialan.

  1. Duduk di atas bantal

Masyarakat Jawa memang identik dengan duduk lesehan, terkadang anak-anak menjadikan bantal sebagai alas lesehan. Dari sinilah para orang tua akan berkata bahwa jangan duduk di atas bantak, nanti bisulan.

Itulah mitos Jawa yang sampai kini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat. Jika masih dilakukan, para orang tua akan menyebutnya pamali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *