Misteri Makam Sekuncen Di Parakan Temanggung

Siapa yang tidak merinding ketika mendengar kata makam. Makam adalah tempat peristirahatan terakhir orang yang meninggal dunia. Mungkin tidak begitu menyeramkan jika makam yang Anda lihat adalah makam orang kristen atau china yang kebanyakan memiliki banyak hiasan dan cenderung rapi. Namun, apabila Anda melihat makam, khususnya makam orang jawa, entah mengapa kesan mistisnya seperti semakin terasa. Seperti halnya ketika berkunjung ke Makam KH Subkhi, salah satu pahlawan kemerdekaan indonesia yang dikenal dengan senjata bambu runcingnya.

Makam KH subkhi terletak di parakan kauman temanggung jawa tengah. Makam kyai besar sekaligus pahlawan ini dikenal dengan nama makam sekuncen. Makam ini bukanlah makam pribadi, melainkan makam umum yang digunakan oleh penduduk sekitar khususnya penduduk parakan kauman. Seperti halnya makam yang lain, makam sekuncen ini memiliki cerita mistis yang mestinya bisa membuat bulu kuduk merinding. Apa saja kejadian mistis yang pernah terjadi di sekuncen? Simak informasi selengkapnya.

Menurut penduduk setempat, apabila ada salah satu warganya yang akan meninggal dunia, seakan memberikan firasat, warga yang tinggal dekat makam sekuncen akan mengalami kejadian mistis. Biasanya hal tersebut terjadi pada malam hari. Saat malam tiba, warga yang rumahnya dekat tersebut akan mendengar suara ketukan pintu. Ketukan pintu tidak akan berhenti sampai pemilik rumah membukanya. Namun, saat dibuka tidak ada siapapun orang di depan pintu. Hal tersebut terjadi berulang ulang sehingga sering dijadikan sebagai suatu pertanda akan adanya orang yang meninggal.

Kejadian mistis lain di sekitar makam sekuncen adalah terdengarnya bunyi berisik dari gudang keranda. Keranda adalah tempat yang biasanya digunakan untuk membawa jenazah dari rumah ke makam. Keranda ini biasa digunakan oleh orang muslim. Anehnya, menurut warga yang tinggal dekat dengan keranda, setiap ada orang yang mau meninggal, tiga hari sebelumnya orang tersebut akan mendengar suara berisik. Biasanya suara tersebut terdengar pada dini hari dan akan berhenti sebelum waktu subuh tiba. Meski hanya suara, tetapi orang yang mendengarnya tentunya akan ketakutan.

Menurut cerita dari warga lain, warga pernah melihat bapak bapak tua pada dini hari. Pada waktu itu, si warga akan pergi menuju wc umum karena kebetulan di rumahnya tidak memiliki toilet. Sekitar jam 2 malam, ia keluar rumah dan menuju toilet yang letakknya ada di sebelah tempat keranda. Tiba tiba, saat ia melintas, si warga berpapasan dengan bapak tua yang keluar dari tempat keranda. Tanpa sedikitpun menaruh curiga si warga mengabaikannya. Tetapi, pada saat ia menoleh, ternyata si bapak tua sudah tidak ada padahal waktu papasan dan ia menoleh hanya selisih berapa detik saja. Dan pagi harinya, ia mendengar bahwa ada salah satu warganya yang meninggal dunia.

Versi terakhir yang paling sering diceritakan oleh warga sekuncen adalah suara tangisan yang tidak tahu dari mana datangnya. Tangisan biasanya terdengar beberapa hari sebelum ada orang yang meninggal. Namun, ada pula yang mendengar setelah jenazah di makamkan. Apapun itu, tetaplah hal tersebut sering membuat warga sedikit takut. Namun, jangan jadikan ketakutan ini menjadi rasa yang berlebihan karena sekuncen hanyalah makam dan tidak ada yang perlu ditakutkan. Takutlah pada Tuhan yang bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Hanya Tuhan tempat kita berserah dan kembali, jadi apapun yang terjadi pada makam, anggap itu sebagai pembelajaran bukan hal yang menakutkan. Sekian.

Leave a Reply