Misteri Lembaran Daun Dari Pasien Ghaib untuk Bu Bidan

Di zaman modern ini sudah jarang ibu melahirkan di rumah dan meminta bantuan kepada dukun bayi atau dukun beranak. Kebanyakan dari bumil akan langsung datang ke rumah sakit saat ia merasa sudah tiba waktunya untuk melahirkan. Ada juga yang sengaja datang ke rumah bidan untuk meminta pertolongan pada saat melahirkan nanti. Di kota atau di desa sekalipun, dokter atau bidan sudah banyak di jumpai. Ibu hamilpun sudah bisa dengan mudah menentukan pilihan kira-kira siapa yang nanti akan memberikan pertolongan padanya ketika melahirkan.

Tugas bidan atau dokter salah satunya adalah membantu ibu hamil melahirkan. Tugas tersebut terkadang memiliki resiko besar. Menjadi seorang dokter atau bidan tentunya juga tidak diperkenankan untuk memilih pasien. Siapa saja yang datang ke tempatnya untuk dibantu pada saat melahirkan, sang ahli kesehatan tersebut harus siap memberikan bantuannya. Seperti yang terjadi pada bidan yang bertugas di daerah Parakan Temanggung ini. Suatu ketika ada ibu hamil yang datang ke rumahnya dan memintanya untuk membantu melahirkan. Meskipun bumil tersebut baru pertama kali melakukan kunjungan, sebagai seorang bidan, ia tetap harus melayani dengan baik pasien barunya tersebut.

Seperti biasa, ibu bidan segera menyuruh pasiennya masuk dan menunggu sebentar di ruang tunggu. Kemudian ibu bidan pun bertanya pada ibu hamil tersebut, mengapa ia sendirian saja. Kemana suaminya? Si ibu hamil menjawab pertanyaan dengan tenang bahwa si suami sedang bekerja di luar kota. Ibu bidan bergegas masuk ke ruangannya dan segera menyiapkan keperluan untuk melahirkan. Setelah ia menghubungi asistennya dan semua keperluan melahirkan sudah siap, ibu bidan langsung menyuruh ibu hamil untuk masuk kamar dan berbaring di tempat tidur.

Tidak sampai satu hari, selang beberapa jam akhirnya si ibu hamil tersebut melahirkan anaknya. Betapa senang ibu bidan bisa membantu melahirkan pasien barunya dengan sukses. Apalagi bayi sang ibu juga terlihat sehat dan menggemaskan. Setelah proses persalinan selesai, ibu bidan segera mengurus sang ibu, sedangkan asistennya segera membersihkan tubuh sang bayi yang baru saja dilahirkan. Tiba-tiba sang Ibu meminta kepada ibu bidan untuk izin pulang ke rumah. Padahal belum ada 24 jam ia berada di klinik tersebut. Ibu bidan menjelaskan bahwa sang ibu harus bersabar karena sesuai prosedur, sang ibu harus menunggu sampai 24 jam agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, sang ibu tetap ngotot ingin pulang.

Dari pada bersitegang dengan pasien barunya, Ibu bidanpun menyetujui permintaan sang ibu walaupun dengan sangat terpaksa. Ia merasa khawatir karena ibu masih terlihat lemas setelah melahirkan. Untungnya pada saat itu hari masih siang sehingga masih memungkinkan si ibu untuk pulang ke rumahnya. Beberapa saat, ibu bidan merasakan ada yang janggal dengan si pasiennya. Tidak ada satupun keluarga yang menemaninya bahkan setelah dia selesai melahirkan. Ketika ibu bidan mengajukan pertanyaan, ibu mau pulang sama siapa. Si ibu tersebut malah memintanya untuk memanggilkannya tukang ojek. Walaupun heran, ibu bidan tetap berusaha menuruti keinginan pasiennya.

Setelah melunasi administrasinya, si ibu tersebut izin pulang dengan diantar oleh tukang ojek yang dipanggilnya. Hal yang aneh dan mistis tiba-tiba terjadi, saat sang ibu sudah pulang, ibu bidan malah menemukan berlembar-lembar daun di mejanya. Sedangkan uang yang diberikan oleh sang ibu menghilang. Ibu bidan berusaha mencari uang tersebut dan belum percaya dengan apa yang terjadi, tetapi hasilnya tetap nihil. Tak disangka uang itupun berubah jadi lembaran daun. Akhirnya, ia pun bertanya pada pak ustad dan menceritakan apa yang baru saja dialaminya. Pak ustad mengatakan bahwa yang barusan ditolong ibu bidan adalah sejenis makhluk halus yaitu kuntilanak. Seperti disambar petir, ibu bidan kaget dan ketakutan. Ia tak menyangka yang ditolongnya adalah kuntilanak. Pantas saja pasiennya buru-buru pulang setelah tahu hari sudah beranjak siang. Sungguh cerita yang diluar nalar tetapi benar-benar terjadi di dunia nyata.

Leave a Reply