Home > Mistis > Menguak Misteri Korban Pembunuhan Guru di Sampang

Menguak Misteri Korban Pembunuhan Guru di Sampang

Saat ini di Indonesia sedang marak terjadi kasus pembunuhan dan bisa dikatakan sudah gawat darurat. Hampir setiap saat kita mengetahui beragam kasus dan motif pembunuhan terjadi di beberapa wilayah baik melalui koran, berita di televisi hingga media sosial. Biasanya kasus pembunuhan hanya didasari dari motif yang sepele, misalnya karena dendam atau karena sakit hati sehingga pihak yang dendam atau sakit hati tersebut menyuruh orang untuk membunuh target atau korban. Kerap kali kasus pembunuhan juga terjadi kerna pelaku menginginkan barang berharga milik korban dan mengambilnya secara paksa sehingga harus membunuh korbannya agar niatnya dapat terealisasikan.

Sekarang ini misteri kasus pembunuhan tidak hanya didasari dari niat jahat pelaku dari awal, namun bisa tiba-tiba terjadi ketika kita terlibat perselisihan kemudian salah satu pihak tersulut dan tidak dapat mengontrol emosi. Kurangnya kontrol emosi dari individu saat inilah yang menyebabkan kasus pembunuhan kian meningkat.  Banyak kasus setelah pelaku pembunuhan melakukan aksinya, kerap kali mereka menghilangkan jejak karena mereka takut jika perbuatannya diketahui. Namun saat ini pihak kepolisian semakin jelih dan kerap kali pula berhasil menguak misteri korban pembunuhan.

Salah satu yang menjadi misteri korban pembunuhan baru-baru ini terjadi di lingkungan pendidikan. Lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat membina mental dan orientasi murid lagi-lagi menimbulkan misteri pembunuhan di dunia pendidikan. Namun untuk kasus ini berbeda, biasanya yang terjadi adalah guru menganiaya murid atau terjadi perselisihan antar murid di sekolah. Saat ini yang terjadi seorang murid menghilangkan nyawa gurunya sendiri. Ahmad Budi Cahyono yang merupakan seorang guru honorer di SMAN 1 Torjun Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur meninggal dunia setelah dianiaya muridnya yang berinisial HI berusia 17 tahun di sekolah.

Kronologi Misteri Korban Pembunuhan

Kejadiannya berawal ketika korban berada di dalam kelas untuk mengajarkan materi kesenian kelas XII. Pada saat itu pelaku enggan mendengarkan materi yang disampaikan oleh korban, bahkan pelaku bermaksud mengganggu teman-temannya dengan mencoret-coret lukisan teman-temannya. Sebagai seorang guru, korban menegur perbuatan muridnya yang dirasa mengganggu proses belajar mengajar. Namun teguran dari korban selaku gurunya juga tidak diperhatikan dan tetap mengganggu teman-temannya. Korban mencoret pipi pelaku sebagai salah satu sikap yang diambil oleh guru ketika tegurannya dihiraukan oleh muridnya. Pelaku tidak terima sehingga pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban. Kemudian korban dan pelaku dibawa dan diintrogasi oleh kepala sekolah mengenai kejadian di dalam kelas.

Saat itu kepala sekolah tidak melihat adanya luka yang dialami korban, sehingga kepala sekolah menyuruh agar korban pulang ke rumah. Setelah sampai di rumah, keluarga korban memberi kabar kepada kepala sekolah bahwa korban mengeluhkan rasa sakit di leher sehingga membutuhkan istirahat. Setelah beberapa saat kemudian korban mengeluh sakit sampai tidak sadarkan diri lalu dirujuk keluarga menuju rumah sakit di Surabaya yaitu RS Dr. Soetomo. Pada pukul 21.40 diperoleh kabar mengejutkan bahwa korban meninggal dunia. Sampai saat ini masih menjadi sebuah misteri pembunuhan guru di Sampangkarena penyebab dari meninggalnya korban masih simpang siur.

Misteri korban pembunuhan ini harus segera diusut agar pelaku diberikan hukuman sesuai hukum yang berlaku. Di dunia pendidikan tidak seharusnya terjadi kasus penganiayaan apalagi sampai memakan korban. Hendaknya tidak hanya guru selaku orang tua di sekolah namun orang tua atau wali murid juga harus memberikan pengertian bahkan pembinaan mental yang lebih mendalam kepada anak-anak mereka agar selalu menghormati orang yang lebih tua dimanapun mereka berada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *