Misteri Keberadaan Taman Gantung Babilonia

Taman Gantung Babilonia merupakan sebuah taman yang sangat indah dan megah sehingga termasuk ke dalam salah satu dari 7 keajaiban dunia kuno. Taman Gantung Babilonia sebenarnya tidak benar-benar menggantung. Nama Tama Gantung atau Hanging Garden berasal dari bahasa Yunani “Kremastos” atau bahasa Latin “Pensilis” yang artinya lebih dari sekedar “menggantung”.

Sejarah Taman Gantung Babilonia

Taman Gantung Babilona dibangun pada sekitar tahun 600 SM dalam bentuk teras yang rumit dan tinggi sehingga taman ini memiliki tanaman yang berbeda di setiap lantai. Taman ini memiliki teknologi air yang sangat canggih dan digambarkan memiliki bunga-bunga indah yang bermekaran, berbagai jenis pohon berbuah matang, teras yang nyaman dan hijau serta makhluk-makhluk eksotis lainnya.

Menurut beberapa teks kuno, Taman Gantung Babilona dibangun atas perintah Nebukadnezzar II yang merupakan pemimpin Chaldean atau Babylonia Baru untuk dipersembahkan kepada istrinya yang bernama Amytis, namun dalam beberapa teks kuno dikenal dengan nama Amuhia. Konon sang istri sangat merindukan tempat kelahirannya yang terdapat pepohonan dan tanaman yang rimbun dan hijau.

Taman Gantung Babilona ini dipercaya dan diperkirakan hancur pada abad 2 SM. Taman ini kemudian didokumentasikan oleh Diodorus Circulus dan Strabo yang merupakan ahli sejarah dari Yunani. Namun karena dokumentasi tentang Taman Gantung Babilona masih sangat sedikit, banyak keraguan dan perdebatan apakah taman ini benar-benar ada atau hanyalah sebuah cerita belaka.

Lokasi Taman Gantung Babilona yang Masih Menjadi Misteri

Dalam sejarah yunani kuno, beberapa arkeolog seperti Strabo, Philo, dan Diodorus yang meneliti taman ini telah menemukan sisa-sisa bangunan yang sesuai dengan deskripsi pada teks kuno yaitu berbentuk segi empat dengan empat Plethra panjang di setiap sisinya, memiliki jalan menuju ke atas dengan menggunakan tangga, memiliki tanaman dan akar pohon yang ditanam di atas teras dan bukan di atas bumi, dan memiliki mesin-mesin pengairan air yang canggih untuk menjaga kesuburan tanaman.

Jika taman gantung ini benar-benar ada, maka dipercaya bahwa lokasinya terletak di sebelah tebing timur Sungai Eufrat atau sekitar 50 km sebelah selatan Baghdad, Irak. Diperkirakan luas taman ini sekitar 4 acre dimana 1 acre = 1046,86 meter persegi dan memiliki tinggi sekitar 75 kaki atau 22 meter.

Banyak juga para sejarawan yang mengaku tidak menemukan bukti peninggalan dari taman ini namun menurut Dr Stephanie Dalley dari Oxford University Inggris bahwa alasan mengapa mereka tidak pernah menemukan peninggalan dari taman gantung karena pada dasarnya bangunan tersebut tidak pernah dibangun di tempat yang telah disebutkan.

Dalley yang telah menghabiskan sebagian waktunya selama dua dekade untuk meneliti taman ini kemudian menulis buku yang berjudul “The Mystery of the Hanging Garden of Babylon: An Elusive World Wonder Traced” yang diterbitkan oleh Oxford University Press dan mempercayai bahwa Taman Gantung Babilona dibangun sekitar 300 mil pada bagian Utara Babilonia di Niniwe.

Menurut Dalley, ditemukan adanya istana yang kompleks dan taman besar dengan pohon-pohon yang ditanam dan tergantung pada teras dan lengkung bangunan yang didukung dengan teori Relief dari Niniwe. Pada Museum Inggris juga ditemukan Prisma dengan teks cuneiform yang berisi tentang kehidupan Sanherib yang hidup pada 100 tahun silam sebelum masa pemerintahan Nebukadnezar yang menggambarkan adanya sebuah istana yang dipenuhi pepohonan dan tanaman. Dalley meyakini bahwa orang Asyur pada awalnya menaklukkan Babilonia yang kemudian diubah menjadi Babilonia Baru.

 

Leave a Reply