Misteri Gunung Argopuro yang ‘Memakan Korban Jiwa’

Kalian pastinya sedang dihebohkan dengan berita Thariq. Seorang pemuda yang berusia 15 tahun yang hilang di bukit piramid. Menurut cerita yang beredar, ia hilang ketika mendaki bersama 2 orang temannya. Kabar hilangnya Thariq itu tentunya membuat bukit piramid yang masih berada di kawasan Gunung Agropura Jawa Timur menjadi fenomenal. Banyak orang yang penasaran apakah hilangnya Thariq ada hubungannya dengan kemistisan yang ada di balik gunung tersebut. Nyatanya, rasa penasaran pembaca terbayar sudah karena menurut masyarakat sekitar Gunung Argopura menyimpan kemistisan yang membuat orang membelalak. Seperti apa cerita selengkapnya? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Gunung Argopuro yang ada di kawasan Bondowoso Jawa Timur, konon menurut cerita dari mulut ke mulut adalah tempat hilangnya seorang dewi yang cantik. Dewi cantik itu bernama dewi Rengganis. Hilangnya dewi itu sampai sekarang belum diketahui penyebabnya dan belum ada yang bisa menemukannya. Dewi hilang tidak sendiri, ia hilang bersama 6 orang dayangnya sehingga hilangnya dewi bersama dayang sering disangkut pautkan dengan kemistisan yang ada di gunung argopura.

Hilangnya pendaki seperti Thariq tentunya sering dihubungkan dengan keberadaan dewi rengganis yang ada di Gunung Argopuro. Menurut cerita, jika pendaki tidak mengindahkan aturan selama melakukan pendakian, Dewi Rinjani dan dayangnya akan murka. Murkanya penunggu Gunung Argopuro akan ditunjukkan dengan menyesatkan pendaki yang dikiranya kurang pantas bersikap di gunung. Tak hanya itu saja, penunggu Argopuro juga biasanya akan membuat beberapa pendaki kerasukan sehingga ia bertingkah seperti tak wajar seperti menangis, berteriak teriak atau tertawa kecikikan seperti kuntilanak. Oleh sebab itu, pendaki yang ingin mendaki gunung termasuk gunung Argapura juga harus benar benar menjaga attitudenya supaya mereka mendaki pulang pergi dengan selamat.

Cerita versi lain mengatakan bahwa dewi rengganis sengaja menyesatkan pendaki dengan iming iming bersenang senang di gunung. Ada pendaki yang pernah mengalami kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa ia melihat seorang wanita cantik di tengah gunung Argapura. Wanita itu kemudian mendekatinya dan mengajaknya bersenang senang. Tentu saja sebagai lelaki normal, pendaki itu mengiyakan ajakan wanita cantik. Pendaki kemudian diajaknya di tempat yang indah yang ada di gunung Argapura. Padahal, di dunia nyata, rayuan wanita itu hanyalah agar pendaki lama di gunung dan ia dinyatakan hilang. Apalagi jika sudah masuk dalam dunia ghaib, pendaki akan kesulitan untuk kembali ke dunia nyata dan akhirnya menjadi penghuni dunia ghaib.

Ternyata, ketika kita mengupas kemistisan gunung Argopura tak akan ada habisnya. Belum habis cerita tentang dewi rengganis dan dayangnya, ada pula masyarakat yang percaya bahwa saat pendaki melihat taman atau kebun buah yang apik di Argopura, jangan sekali kali mengambil buahnya walaupun kalian lapar atau haus sekalipun. Menurut orang yang mengetahui akan hal mistis, memakan buah di taman argopura sama artinya dengan pintu memasuki dunia ghaib. Itulah mengapa masyarakat percaya bahwa makan buah di taman argopura menjadi suatu tanda bahwa ia tidak akan bisa kembali ke dunia nyata. Sungguh cerita mistis yang bisa membuat bulu kuduk merinding mendengarnya.

Setelah kalian menyimak cerita tentang Argopura, agaknya kalian hanya bisa menjadikan itu sebagai pembelajaran saja. Pembelajaran untuk tetap baik terhadap lingkungan. Menjaga walaupun kalian sedang melakukan pendakian. Kita percaya bahwa saat kita menjaga alam dengan baik, maka alam juga akan ikut menjaga kita. Sebaliknya saat kita berlaku semena mena pada alam, maka hal buruk juga sudah menanti di depan mata. Alangkah baiknya, semistis apapun gunung argapura, lebih baik jangan mengkaitkan dengan hilangnya Thariq atau pendaki lain karena itu hanya akan menyakitkan hati keluarga yang ditinggalkan dan akan membuat mereka semakin sedih. Lebih baik berserahlah pada Tuhan karena Tuhan lah yang akan menjaga kita dimanapun kita berada.

 

Leave a Reply