Mengungkap Misteri Cerita Dibalik Kecelakaan Kledung

Kecelakaan lalu lintas hampir setiap hari terjadi. Dalam peristiwa tersebut kebanyakan memakan korban jiwa, entah itu hanya luka ringan, luka berat ataupun meninggal dunia. Tetapi yang pasti dalam kecelakaan lalu lintas pastiah menyimpan cerita yang seringkali dijadikan buah bibir dalam masyarakat. Seperti halnya, cerita tentang kecelakaan yang terjadi di jalan Kledung Temanggung. Kecelakaan tersebut bukan hanya menjadi pelajaran bagi pengguna jalan raya untuk lebih berhati-hati, melainkan menyimpan misteri yang membuat masyarakat sekitar merasa nyeri.

Kledung adalah sebuah kecamatan yang ada di daerah Temanggung. Karena daerah tersebut adalah kawasan Pegunungan, jalan aksesnya pun cenderung sempit dan berkelok-kelok. Meskipun jalan pegunungan tetapi jalan tersebut adalah jalan utama untuk menuju ke beberapa kawasan yang ada di Jawa Tengah. Tak heran jika yang melaluinya tak hanya sepeda motor atau mobil. Malahan kebanyakan adalah bus-bus besar dan truk pengangkut barang. Jadi pastilah bisa membayangkan bagaimana ramainya jalan raya sepanjang Kledung. Jika tidak hati-hati dalam berkendara, siapapun bisa menjadi korban kecelakaan di daerah Kledung.

Ada sebuah kejadian kecelakaan yang baru-baru ini terjadi di jalan Kledung, tepatnya di daerah Paponan. Kecelakaan tersebut memakan korban jiwa yaitu seorang ibu-ibu dan seorang anak kecil. Beruntungnya si anak kecil bisa diselamatkan dan hanya menderita luka-luka ringan. Sebaliknya, sang ibu tewas seketika di tempat karena kepalanya terlindas oleh truk pengangkut barang yang kebetulan sedang melintas. Si anak yang menjadi saksi mata meninggalnya sang ibu pun dibuat shock. Tetapi, ia segera ditolong oleh orang yang berada di sekitar TKP.

Kecelakaan itu bermula ketika sang ibu yang dari arah Parakan mengendarai sepeda motor. Si ibu yang memboncengkan anak kecil tersebut terlihat membawa banyak barang belanjaan. Ya, dia habis pulang dari pasar dan berniat untuk langsung ke rumahnya yang ada di daerah Kledung. Naasnya, sebelum ia dan putriya sampai di rumah, di jalan raya Paponan, ia berusaha menyalip truk yang ada di depannya. Sayangnya, truk tersebut malah tak sengaja menyenggol badannya dan sang ibupun langsung jatuh dan terlindas kepalanya. Sedangkan si anak terpental tetapi berhasil selamat dari kecelakaan maut tersebut. Konon katanya, menurut saksi yang meihat, seluruh isi kepalanya membuncah keluar dan darahnya pun muncrat ke kendaraan yang kebetulan lewat.

Sungguh malang. Nyatanya si supir truk yang melindasnya malahan tidak berhenti dan terus melaju. Orang-orang yang tertegun pastinya tidak sempat mengejarnya dan sibuk mengurusi si anak kecil yang malang dan juga sang ibu yang sudah tewas terlindas. Mereka segera menghubungi polisi dan membawa jenazah sang ibu ke rumah sakit terdekat. Setelah selang berapa jam, jenazahnya pun sudah tiba di rumah dan siap untuk dimakamkan. Kecelakaan yang terjadi tentunya menjadi trauma sendiri bagi sang anak dan pukulan bagi keluarganya.

Beberapa hari berselang, ternyata kematian sang ibu membuat masyarakat sekitar tempat sang ibu tinggal menjadi ketakutan. Bagaimana tidak, beberapa orang ada yang didatangi oleh sosok sang ibu yang meninggal akibat kecelakaan tersebut. Ada pintu rumahnya yang tiba-tiba diketuk. Tetapi saat dibuka tidak ada orang. Ada pula yang melihatnya mondar mandir di sekitar rumah.  Kejadian itu membuat warga masyarakat takut untuk keluar rumah. Apalagi saat menjelang malam tiba. Mereka takut jika tiba-tiba arwah sang ibu tadi mendatangi rumahnya. Keresahan warga itu akhirnya bisa sedikit terobati karena orang pintar (pak ustad) mengatakan bahwa arwah sang ibu belum tenang di alam sana. Sang ibu hanya meminta masyarakat untuk membersihkan TKP. Akhirnya, warga pun berkumpul dan segera membersihkan jalan raya tempat sang ibu tewas terlindas. Tak lupa mereka juga membacakan doa agar arwahnya tenang dan tidak meresahkan masyarakat lagi.

Leave a Reply