Kisah Nyata Rumah Peninggalan Belanda Kami Penuh Penampakan Para Kompeni

Kisah nyata kali ini dialami oleh seorang pensiunan, bernama kang edi. Dia membeli sebuah rumah tua di daerah rangkasbitung, lebak banten. Dulunya kang edi sekeluarga tingga; di metro pondok indah, jakarta selatan. Rumah tersebut dijual untuk syuting sinetron dan karena keluarga kami membutuhkan uang  untuk pengobatan.

Kang edi menderita penyakit jantung parah. Untuk operasi pemasangan ring saja membutuhkan dana ratusan juta rupiah. Dari hasil penjualan rumah di pondok indah, kami gunakan untuk berobat dan membeli rumah tua peninggalan pemerintah belanda. Lokasinya di pinggir kota, memiliki halaman yang luas. Lebarnya sekitar 5000 meter dan panjang 6000 meter.  Bangunan bertingkat dua ini memiliki luas tanah sekitar 1500 meter.

Bentuk rumah ini mirip dengan museum. Banyak dinding yang sudah rusak, sehingga kami harus merenovasinya. Ada banyak keanehan yang terjadi di rumah ini. malam hari sering terdengar suara lonceng, gramaphone dan piano. Tidak ada orang yang memainkannya. Walaupun banyak rumor yang beredar, kami tetap memilih meninggalinya. Karena rumah tersebut sangat nyaman. terasa dingin dan sejuk walaupun tanpa pendingin ruangan.

Rumah tersebut memiliki 10 kamar tidur yang luas. Sistem ventilasinya sangat bagus, sehingga membuat kita semakin nyaman. didalam rumah terdapat dua piano yang sering dimainkan oleh anak-anak. Setelah empat bulan menempati rumah ini, kami memutuskan untuk membangun kolam renang di halaman belakang. Ketika membongkar tanah kolam renang, ditemukan patung wajah mener belanda memegang pedang.

Patung tersebut menggunakan pakaian tentara dan berdiri gagahnya.  Terlihat antik, patung tersebut kami bersihkan dan diletakan di ruang tamu bagian depan. Namun akhir –akhir ini, patung tersebut terlihat aneh. Matanya terlihat sedang menatap taja,  bahkan bibirnya terkadang terlihat senyum. Pedang yang dibawanya terlihat dimainkan ke atas dan bawah. Anak sulung kami pernah melihat patung sedang berbicara.

Sejak saat itu semakin banyak keanehan yang terjadi.  piano tua yang rusak, sering dimainkan tengah malam. Namun ketika dilihat tidak ada orang yang memainkannya.  Suara yang terdengar dari piano tersebut sangat indah. Mengeluarkan suara klasik yang khas.  Bahkan gramaphone yang sudah seperti bangkai, bisa mengeluarkan suara yang indah. Hal ini membuat bulu kuduk berdiri dan kita sekeluarga merasa ketakutan.

Kami pun mencoba meminta bantuan seorang paranormal. Dia menginap beberapa hari di rumah kami dan meneliti suara suara aneh tersebut. Namun anehnya, ketika paranormal menginap di rumah kami tidak ada hal aneh yang terjadi. ketika malam terakhir beliau menginap, dia terlihat berbincang dengan patung.  Dia berbicara dengan menggunakan bahasa belanda. Dia mengatakan bahwa dia ingin dikembalikan ke tempat asalnya.

Dia ingin dikembalikan ke dalam tanah kolam renang yang sudah dibongkar. Karena tanah sudah ditembok, maka akhirnya patung ditanam di sebelah kolam. Yang penting auranya masih sama. akhirnya kami melakukan penguburan pantung tersebut lagi. Walaupun sudah dikubur, namun suara aneh tetap terdengar.

Akhirnya paranormal tersebut datang lagi dengan istrinya. Mereka  berdua melakukan pengusiran roh halus. Terjadi pertempuran besar, karena hantu-hantu tersebut tidak mau meninggalkan rumah tua. Karena mereka sudah ada disitu sejak ratusan tahun yang lalu. Akhirnya terjadi perjanjian, kalau mereka tidak akan mengganggu penghuni lagi. Namun sejak saat itu masih banyak kejadian yang terjadi, paranormal pun menyaramkan kami untuk mengajakan pengajian rutin setap minggunya. Itulah kisah nyata hantu tua peninggalan zaman belanda.

 

Leave a Reply