Home > Mistis > Kisah Misteri Situs Watu Ambal di Lereng Gunung Sumbing

Kisah Misteri Situs Watu Ambal di Lereng Gunung Sumbing

Di Indonesia terdapat begitu banyak wisata alam yang bisa dijadikan sebagai destinasi wisata. Tempat wisata alam itu bisa berupa air terjun, hutan pinus bahkan peninggalan prasejarah yang dapat berupa candi, prasasti hingga situs. Ditilik dari sejarah masa lalu, Indonesia memiliki beragam historis yang membuat Indonesia memiliki beragam peninggalan pula. Jadi tidak mengherankan bila di Indonesia ini memiliki banyak peninggalan pra sejarah yang kini dijadikan sebagai destinasi wisata oleh pemerintah Indonesia. Peninggalan-peninggalan itu biasanya selalu mempunyai cerita sendiri dikalangan masyarakat sekitar baik dari segi historisnya maupun dari segi mistisnya. Karena seperti yang kita tahu semua tempat selalu mempunyai cerita mistiknya sendiri yang bahkan memiliki banyak versi di kalangan masyarakat. Salah satu peninggalan yang dijadikan sebagai destinasi wisata adalah Situs Watu Ambal, situs ini berada di daerah Kwadungan Jurang, Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Kisah misteri Situs Watu Ambal ini sudah dikenal baik di masyarakat sekitar ataupun di luar daerah. Situs Watu Ambal tepatnya berada di desa Tlahap sebelum jembatan Si Gandul yang terkenal akan keindahan pemandangannya itu. Situs Watu Ambal yang merupakan peninggalan purbakala itu telah diketahui masyarakat setempat sejak puluhan tahun yang lalu. Situs ini berada di lingkungan lahan pertanian warga Desa Tlahab sehingga tidak akan begitu sulit untuk menemukan situs ini. Situs ini sendiri ditemukan puluhan tahun lalu bersama dengan batu lingga yoni dan prasasti berupa batu pipih yang memiliki angka tahun 1794. Situs Watu Ambal ini berupa undakan batu yang menyerupai tangga dengan panjang sekitar 25 meter.

Kisah Misteri Situs Watu Ambal Yang Belum Terpecahkan

Menurut cerita yang beredar situs ini merupakan tinggalan dari seorang wali pada zaman dahulu. Wali tersebut berniat membangun sebuah masjid yang berada sedikit menanjak di bukit itu jadi untuk membangun masjidnya terlebih dulu dibangun tangga undakan untuk menuju lokasi tersebut yang merupakan Situs Watu Ambal ini. Sayangnya, setelah berhasil membangun tangga undakannya wali tersebut berhenti sampai disana saja, tidak meneruskan lagi pekerjaannya untuk membangun masjid tersebut. Konon hal ini terjadi karena wali tersebut telah mendengar ayam berkokok sehingga ia urung melanjutkan pekerjaannya. Sebetulnya ketika ayam itu berkokok belum memasuki waktu pagi namun karena mendengar suara lesung jadi ia mengira bahwa matahari telah muncul dari ufuk timur. Karena pada zaman dahulu pembangunan masjid yang dilakukan oleh seorang wali tidak boleh diketahui oleh siapapun itu mengapa pembangunan masjid dilaksanakan pada malam hari dan harus sudah selesai pada pagi harinya.

Selain cerita mistis dibalik dibangunnya situs ini terselip juga cerita mistis lain yang menyangkut Situs Watu Ambal yang diilhami oleh masyarakat sekitar. Konon katanya bila anda menaiki tangga ini dan menghitung jumlah tangganya akan berbeda hasilnya dibandingkan ketika anda turun dari tangga ini dan menghitungnya. Hal ini bukan karena kurangnya ketelitian dari orang yang menghitungnya namun dipercaya karena ada kisah mistik dibaliknya. Perbedaan jumlah undakan tangga ini bukan hanya terjadi pada satu orang namun kepada setiap orang yang mencobanya. Tetapi uniknya terdapat suatu pengecualian, konon katanya bila anda berdoa di situs ini dan doa anda akan dikabulkan maka pertandanya adalah ketika anda menghitung jumlah undakan tangga tidak akan mendapati selisih namun bila doa anda tidak dikabulkan maka anda akan menemukan selisih dari hitungan jumlah undakan tangga tersebut. Cerita yang tak dapat dimengerti oleh akal sehat tentang Situs Watu Ambal ini membuat sebagian orang percaya bahwa situs ini merupakan tempat yang harus dikeramatkan.

Setelah mengetahui tentang kisah misteri Situs Watu Ambal apakah anda ingin membuktikan apakah jumlah tangganya memiliki perbedaan ketika anda naik dan turun?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *