Home > Mistis > Kisah Misteri Pulung Gantung di Gunung Kidul

Kisah Misteri Pulung Gantung di Gunung Kidul

Di berbagai daerah selalu saja ada kisah-kisah misteri yang menyertai tempat tersebut tidak terkecuali di Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu bagian dari wilayah ini yakni Gunung Kidul terkenal dengan wisata pantainya yang indah serta menawan. Namun, belum banyak yang tahu bahwa daerah ini juga menyimpan kisah yang belum banyak terungkap. Sebuah cerita yang telah dipercaya secara turun-menurun sejak berpuluh-puluh tahun lalu, kisah mengenai pulung gantung. Bagi masyarakat luar Yogyakarta mungkin belum terlalu banyak tahu tentang hal ini. Tapi bagi warga sekitar termasuk warga Yogya sendiri cerita tentang ini sudah lama terkenal dan bahkan menjadi momok tersendiri.

Misteri Pulung Gantung

Entah berawal dari mana awal mula kisah ini dimulai. Sejak puluhan tahun lalu, kisah mengenai warga-warga yang melakukan tindakan bunuh diri dengan cara menggantung telah lama menyerbak. Fenomena pulung gantung atau peristiwa bunuh diri dengan cara gantung diri ini sudah ada sejak tahun 60an. Hal yang membuat peristiwa ini menjadi kian mistis adalah fakta bahwa kejadian ini hanya berlaku di daerah Gunung Kidul itu sendiri. Wilayah ini bisa dibilang sebagai salah satu tempat di Indonesia dengan kasus bunuh diri paling tinggi dari seluruh wilayah yang ada di Indonesia. Hampir setiap tahun selalu terjadi peristiwa tersebut.

Banyak orang yang kemudian mengaitkannya sebagai tempat angker di Gunung Kidul. Meski terdengar angker, ternyata mitos ini hanya berlaku untuk warga asli keturunan Gunungkidul. Menurut kepercayaan yang berlaku, hanya warga asli Gunungkidul yang lahir dan besar di tempat tersebut lah yang bisa mengalami kejadian tersebut. Artinya, kisah misteri ini hanya berlaku untuk warga pribumi saja yang seakan terkena semacam kutukan tersebut. Meski demikian, kesialan atau keburukan ini tidak akan menghampiri warga kelahiran Gunungkidul yang pindah ke luar kota alias keluar dari wilayah tersebut.

Begitu juga sebaliknya, bagi orang luar yang kemudian tinggal di Gunkid (singkatan Gunungkidul) mereka akan terhindar dari pulung gantung. Fenomena mistis ini mau tidak mau pun dikaitkan dengan hal-hal gaib. Begitu kuatnya cerita misteri di Gunung Kidul ini sehingga para tetua setempat sampai memberlakukan hukuman adat tersendiri bagi para pelaku bunuh diri yang nekat melakukan tindakan tersebut. Hukuman lebih berupa cara mengurus jasad warga tersebut yakni dilakukan dengan tanpa dimandikan, dikafankan, maupun disholatkan bagi warga yang beragam. Ini menunjukkan betapa fenomena ini sudah seakan mendarah daging di wilayah tersebut. Lantas, kapankah sesungguhnya kisah ini bermula?

Awal Mula Pulung Gantung

Pada dasarnya kasus kematian dengan cara menggantungkan diri ini telah lama ada di tempat tersebut Kasus yang dipercaya sebagai yang terakhir bahkan terjadi pada tahun 1957. Akan tetapi, setelah berpuluh-puluh tahun aman dari kasus tersebut pada tahun 1999 kejadian mengerikan ini terjadi. Mulai dari tahun itulah kemudian korban-korban mulai berjatuhan. Setelah kasus bunuh diri yang dialami oleh Miyem di tahun tersebut, sebulan kemudian terjadi kembali kasus kematian tersebut. Mulai sejak itu, hampir setiap tahun di wilayah Gunung Kidul selalu terjadi berita kematian dengan cara seperti ini.

Dari warga setempat, banyak yang mengatakan bahwa ciri-ciri akan terjadi kasus pulung gantung dalam waktu dekat bisa dilihat dari adanya umbul atau lingkaran lintang bola api berukuran besar dan berpendar cahaya api dengan ekor selayaknya bintang jatuh. Cahaya yang dihasilkan bisa berwarna merah, putih, hijau, atau kuning. Muncul di waktu-waktu tertentu yakni kisaran sehabis magrib mulai dari jam 6 sore hingga jam 8 malam atau mulai dari jam 2 sampai jam 4 pagi. Bila bola api ini muncul di atas rumah seseorang maka dipercaya bahwa orang dalam rumah tersebut akan mengalami kejadian buruk tersebut. Berdasarkan penuturan warga tentang kisah misteri ini masih terjadi hingga kini. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *