Kisah Misteri Horor Museum Kesehatan Surabaya Serta Fakta Faktanya

Surabaya adalah salah satu kota besar di Indonesia setelah Jakarta. Saat berkunjung ke Surabaya, anda dapat mencicipi kuliner-kuliner khas Surabaya seperti rujak cingur, nasi kebuli di daerah Ampel, atau kuliner menarik lainnya. Anda juga dapat mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Surabaya. Dari sekian banyak tempat wisata yang anda kunjungi, tak ada salahnya anda juga menyempatkan diri mengunjungi museum kesehatan di kota ini, maka anda akan mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan. Atau mungkin anda sudah pernah mengunjungi museum kesehatan di Surabaya ini sebelumnya? Apa yang anda rasakan saat memasuki museum tersebut? Pernahkah anda mendengar kisah misteri yang menyelimuti tempat itu? Bagi anda yang belum pernah mengunjunginya, berikut kami gambarkan sedikit mengenai museum kesehatan Surabaya.

Dari Kisah Misteri Nini Thowok sampai Dunia Lain ada di Museum Ini

Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH ini sebenarnya didirikan pada tahun 1990 oleh seorang dokter bernama Dr. Haryadi Soeparto. Hanya saja baru benar-benar diresmikan oleh Menteri Kesehatan, Dr. Achmad Sujudi pada tahun 2004 silam tepatnya tanggal 14 September. Bersamaan dengan peresmian tersebut dibuat pula perpustakaan khusus yang mempunyai berbagai koleksi buku, kaset rekaman, majalah, video, dan bahan pustaka lainnya terkait sejarah perkembangan kesehatan di Indonesia. Bertempat di Jalan Indrapura 17, Kemayoran, Krembangan, museum ini dikenal sebagai salah satu tempat yang menyimpan kisah mistis yang sangat menarik untuk dikunjungi di Kota Surabaya. Dengan mengunjungi museum ini, kita dapat mengetahui sejarah perkembangan dunia kesehatan di Negara Indonesia. Sebelum diubah menjadi sebuah museum, bangunan ini dulunya merupakan sebuah rumah sakit kelamin yang berskala internasional dan paling besar di Asia Tenggara. Hal tersebut nampak dari bentuk bangunan yang mempunyai lorong-lorong persis seperti sebuah rumah sakit. Museum atau bekas rumah sakit ini dibangun pada tahun 1950 oleh Menteri Kesehatan RI  DR. J Leimena sebagai rumah sakit kelamin. Prof Dr. Sutopo adalah seorang ahli penyakit kulit dan kelamin yang ditugaskan mengadakan penelitian yang berkaitan dengan penyakit kulit dan pemberantasan penyakit kelamin. Peletakan batu pertama dilakukan pada 10 Nopember 1951 dan Prof Dr. Sutopo diangkat menjadi direktur rumah sakit pada bulan Oktober 1953.

Ada tiga ruangan di museum ini yang bisa anda masuki saat berkunjung ke tempat ini. Ketiga ruangan  tersebut masing-masing dibagi lagi menjadi bagian-bagian. Pertama adalah Ruangan Kesehatan Sejarah yang dibagi menjadi sasana Dr. Adhyatma, MPH, sasana pendidikan dan organisasi kesehatan, sasana sejarah instansi, sasana alat non medis, sasana alat medis, dan sasana flora dan fauna. Kedua Ruangan Kesehatan IPTEK yang terdiri dari sasana daur ulang dan inovasi IPTEK Kesehatan. Ketiga adalah ruangan Kesehatan Budaya yang terdiri dari sasana penyembuhan tradisional, sasana kesehatan reproduksi, sasana genetika, dan terakhir sasana kencana.

Saat memasuki museum, anda akan menemukan patung Dewa Airlangga, alat-alat kedokteran yang merupakan barang kuno, dan alat-alat kesehatan lainnya seperti simulator/alat peraga seks yang disebut sex toys, sejumlah mikroskop, kendaraan kuno, mesin foto copy jaman dulu, serta kursi persalinan dan kursi yang biasamya ada di ruangan dokter gigi. Anda juga akan melihat dua boneka seram yaitu boneka Jailangkung dan boneka Nini Thowok.

Jika di dalam film horror boneka jailangkung diceritakan sebagai boneka penyimpan kisah misteri yang dipakai sebagai sarana pemanggil setan atau arwah dalam sebuah permainan mistis, dalam sejarah perkembangan dunia kesehatan, boneka jailangkung juga digunakan sebagai alat pengobatan dan pendiagnosa penyakit. Dalam prakteknya, dua anak yang dianggap masih suci akan memegangi boneka jailangkung tersebut dan akan dipandu oleh seorang pawang. Sementara itu, boneka Nini Thowok dipercaya dapat menolak bala dan menjaga keselamatan sebuah desa. Ada juga yang mengatakan bahwa Nini Thowok adalah hantu penunggu dapur yang terbuat dari tungku dengan bahan bakar kayu. Saat melihatnya, anda akan merasakan bulu kuduk anda berdiri karena merinding membayangkan kisah misteri yang lekat dengan kedua boneka tersebut.

Melanjutkan perjalanan mengelilingi museum, selain dua boneka seram tadi anda juga akan menemukan foto-foto yang menggambarkan bagaimana masyarakat jaman dulu memperlakukan seseorang yang menderita sakit mental dengan sadis yaitu dipasung. Hal tersebut mereka lakukan karena minimnya pengetahuan tentang dunia medis. Untungnya, di jaman sekarang, segalanya lebih modern sehingga penanganan medis lebih manusiawi dan lebih efektif dalam tingkat kesembuhannya. Selain itu ada pula koleksi-koleksi benda bersejarah yang berkaitan dengan kesehatan lainnya. Ada juga beberapa jenis hewan yang diawetkan di Sasana flora dan fauna Museum Kesehatan ini, beberapa jenis hewan tersebut diyakini adalah hewan yang menyebarkan wabah penyakit terhadap lingkungan masyarakat. Hewan-hewan tersebut antara lain, kupu-kupu, nyamuk, sapi, tikus, musang, dan trenggiling. Terdapat pula replika buah-buahan seperti jeruk, semangka, pisang yang diberi keterangan puasa kejawen pada kotak kacanya.

Kisah misteri yang lain dari museum kesehatan ini berkaitan dengan santet. Santet adalah jenis ilmu hitam yang dahulu bahkan masih ada hingga sekarang yang dipercayai oleh masyarakat Indonesia. Di museum ini kita bisa menjumpai peralatan-peralatan yang digunakan dalam praktek santet seperti boneka kayu, kemenyan, bunga-bungaan, tanah makam, dan segelas air di dalam sebuah wadah yang terbuat dari tanah liat. Wadah tersebut digunakan sebagai penampung tetesan darah yang dikeluarkan oleh si boneka santet sebagai pertanda bahwa ritual santet yang dilakukan telah berhasil menguasai tubuh orang yang dijadikan sebagai target. Semua peralatan itu tersimpan di sebuah ruangan khusus yang menyimpan alat pengobatan tradisional dan mistis. Terdapat pula foto-foto korban santet. Ada foto hasil rontgen seorang bayi usia kurang lebih dua tahun yang di usus dan perutnya terdapat sejumlah jarum. Foto rontgen bagian perut seorang laki-laki  yang di dalamnya bersarang paku dan besi. Memutar mata lagi di ruangan yang sama, anda akan menemukan foto seorang gadis yang dijadikan sebagai target santet. Foto tersebut ditempel di atas bantalan berlapis kain berwarna putih yang bertuliskan huruf Arab. Selain foto, di bantalan tersebut juga disematkan jarum yang katanya, jarum itu digunakan untuk menusuk-nusuk bantalan yang tusukannya akan dirasakan oleh gadis di foto itu. Sungguh ngeri jika membayangkan kisah misteri santet di atas. Koleksi lainnya adalah telur ayam yang bukan sembarang telur karena di dalamnya ada organ-organ aneh. Korban santet dipercaya dapat disembuhkan dengan media telur ayam tersebut. Ada juga susuk berupa logam kecil dengan panjang kurang lebih 1 cm yang digunakan oleh seseorang yang menggunakan kekuatan gaib agar tampil lebih menarik di mata orang lain. Ada juga senjata tradisional berupa keris dan golok yang digunakan sebagai penangkal serangan santet. Dengan banyaknya koleksi benda-benda kuno dan mistis penuh misteri itu, museum ini juga dikenal oleh sebagian masyarakat sebagai museum santet.

Kisah misteri selanjutnya masih di tempat yang sama, terdapat sebuah ruangan khusus dengan pintu yang tertutup rapat dan terkunci yang bertuliskan ‘dunia lain’. Untuk menuju ke ruangan tersebut anda akan melewati lorong yang terdapat sejumlah peti mati. Menurut Dr. Haryadi yang merupakan perintis museum tersebut, ruangan itu hanyalah bekas wc yang sudah tidak dipakai lagi. Namun menurut sebagian orang, di ruangan inilah ujung tombak kisah angker dari museum kesehatan Surabaya. Ruangan ini kerap kali dijadikan sebagai lokasi syuting acara televisi yang bertemakan alam gaib. Ruangan inilah yang dipercaya sering muncul penampakan makhluk gaib. Mungkin sebab itulah ruangan ini dikunci dan tidak semua orang bisa masuk ke dalamnya.

Sebenarnya tidak melulu kisah misteri, kita juga bisa melihat foto-foto berderet yang jika didekati dan dibaca keterangannya, foto-foto tersebut merupakan kumpulan foto orang-orang yang pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan di Indonesia dari waktu ke waktu. Dari sekian banyak foto tersebut, ada satu foto Dr. Adhyatma, MPH yang menjabat sebagai Menteri Kesehatan pada tahun 1988 sampai dengan 1993, yang kemudian namanya diabadikan sebagai nama museum kesehatan ini. Juga ada foto Dokter Perempuan Hindia pertama yaitu Padoeka Nona M. Thomas. Menurut Dr. Haryadi, koleksi dari museum kesehatan ini sudah ada sejak tahun 1950. Sebenarnya tujuan didirikannya museum ini bukan untuk menciptakan tempat mistis, namun memiliki tujuan menyelamatkan barang kuno yang berkaitan dengan sejarah kesehatan.

Di luar museum anda akan melihat sebuah pigura yang berisi lima tokoh wayang Jawa yang dipercaya mempunyai peran masing-masing dalam dunia kesehatan Indonesia jaman dulu. Kelima wayang tersebut adalah Sadewa, yang diyakini mampu menghindarkan seseorang dari bala dengan mengadakan sebuah ritual yang disebut ruwatan. Kedua, Krisna yang diyakini dapat menyembuhkan penyakit manusia dengan bunga wijaya kusuma. Ketiga, Abiyasa, seorang tabib Istana yang biasa bertugas mengobati dan menyembuhkan penyakit. Keempat, Raden Samba Wisnubrata bisa mengatasi wabah penyakit dengan Aji Rajah Kalacakra yang dimilikinya. Dan kelima, seorang remaja yang berasal dari kawula alit pemeduli promosi kesehatan yang bernama Limbuk.

Setelah membaca dan mengetahui gambaran dari museum kesehatan Surabaya ini, apakah anda tertarik untuk berkunjung? Atau mungkin anda tertarik untuk melakukan uji nyali malam hari ditempat ini? Jika anda penasaran dan ingin melihat secara langsung apa yang ada di dalam museum ini, anda dapat mengunjunginya pada hari yang anda inginkan karena museum ini dibuka setiap hari mulai Senin hingga Minggu dan hanya tutup pada Hari libur Nasional. Tidak perlu khawatir kelaparan setelah mengelilingi museum, karena di museum ini juga mempunyai kantin. Juga dilengkapi dengan fasilitas lainnya seperti masjid, perpustakaan, dan tempat parkir yang cukup luas. Untuk anda yang datang dari luar kota tanpa membawa kendaraan pribadi, anda juga dapat menggunakan angkutan umum. Dari terminal Purabaya anda bisa menaiki bus Damri jurusan Tanjung Perak dan turun di jalan Indrapura. Jika anda dari terminal Joyoboyo, anda bisa naik angkot M dan turun di jalan Indrapura. Jika anda dari terminal bratang, anda naik saja angkot N turun di jalan Indrapura. Atau jika ingin lebih menyingkat waktu, anda juga bisa memanfaatkan sarana transportasi online. Sebaiknya anda tidak datang sendiri saat berkunjung ke museum ini. Ajaklah sanak saudara, atau teman-teman anda agar lebih seru.

Leave a Reply