Kampung Pitu Jogja, Desa Tujuh Keluarga Yang Penuh Misteri

Ada begitu banyak misteri yang tersimpan di kampung ini. kampung yang terletak di puncak timur situs gunung purba nglanggeran, yogyakarta ini hanya di huni oleh tujuh keluarga saja. sejak dulu kala, kampung pitu tidak pernah  dihuni lebih dari  tujuh keluarga. Selalu ada seleksi secara alami, bila dihuni lebih dari tujuh keluarga. Entah itu meninggal atau pergi ke kota.

Desa Berbahaya Yang Dihuni Tujuh Keluarga

Kampung pitu lokasinya cukup berbahaya dan terpencil. Kita harus naik turun gunung untuk sampai ke kampung ini. kampung yang bertuah ini memiliki peraturan adat dan sudah dipatuhi turun temurun. Selain hanya boleh ditinggali oleh tujuh keluarga. Tidak semua orang sanggup  tinggal di kampung ini. puncak timur ini lokasinya memang berbeda dengan puncak barat yang lebih ramai oleh wisatawan. Jalan menuju kampung ini hanya melalui jalan semen, dengan kanan kiri  batuan andesit.

Jarak antar rumah di kampung tujuh berjauhan. Lahan seluas 7 hektar di huni oleh tujuh keluarga dengan rumah yang terpencar. Namun semua orang di kampung tersebut masih saudara, keturunan dari eyang iro kromo. Beliau adalah sesepuh yang mendirikan kampung pitu. Bahkan hanya keturunan beliau saja yang mampu dan boleh tinggal di kampung tersebut.

Redjo Dimulyo merupakan warga tetua di kampung pitu. Usianya sudah mencapai 102 tahun. Saat ini beliau juga menjabat sebagai juru kunci kampung pitu. Dia adalah cicit dari eyang iro kromo. Dulunya eyang iro kromo, pernah memenangkan sayembara yang diadakan oleh keraton yogyakarta. Tugasnya menjaga pusaka pohon kinah gadung wulung. Pohon ini ditemukan di puncak gunung nglanggeran. Pusaka ini sangat kuat dan tidak semua orang mampu merawatnya. Sebagai imbalan menjaga pusaka tersebut, eyang iro kromo mendapat tanah di puncak nglanggeran dan diwariskan turun temurun entah sampai kapan.

Konon katanya gunung nglanggeran merupakan kepalannya gunung merapi. Sehingga membuat gunung nglanggeran sakral dengan struktur tanag yang berbahaya.  Hanya orang kuat saja yang mampu tinggal di kampung ini. kampung ini sudah ada sejak tahun 14000an, namun sampai sekarang juru kuncinya hanya  ganti 4 kali. Padahal sudah berdiri lebih dari 600 tahun. Karena eyang iro kromo meninggal sekitar tahun 1925 dan berumur 210 tahun. Karena orang dulu memang memiliki kesaktian mandraguna.

Disana juga terdapat makam kuno. Hampir semua sesepuh di makamkan disana. Soal tujuh keluarga. Tentang tujuh keluarga itu memang harus dipatuhi. Jika tidak, maka nyawa bisa menjadi taruhannya. Saat ini kampung pitu dihuni oleh tujuh keluarga dan 30 jiwa. Jika ada orang luar tinggal disini memang diperbolehkan tapi belum tentu kuat. Anak bungsu redjo yang sekarang tinggal disana. Anak yang lainya telah merantau di kota.

Pernah ada orang yang memaksa untuk tinggal disini. saat proses pembangunan tumah tiba-tiba  dia meninggal dunia. penyebabnya pun tidak diketahui dengan pasti. Hal ini sering terjadi terus menerus. setiap ada orang yang ingin tinggal disini, pasti meninggal atau ada kejadian aneh lainnya. masalah tujuh keluarga ini memang tidak bisa dijelaskan dengan akal. Seperti sebuah seleksi alam saja. untuk menjaga ekosistem di puncak nglangeran ini. suasana disini masih bersih dan alami. Kalau malam hari suasana mistisnya akan semakin terasa menyeramkan.  Untuk merasakannya, mungkin anda bisa menginap di kampung pitu di puncak timur nglanggeran ini.

Leave a Reply