Ini Dia, Kisah Misteri Tumbal Embung Krapyak Kulon Progo Yang Mengenaskan

Masyarakat kulon progo kini telah memiliki embung baru yakni embung krapyak. Anda tentu sudah mengetahui apa itu embung. Embung adalah waduk yang dibuat supaya dapat menampung air hujan dan juga air kecil dari sumber mata air sehingga nantinya air bisa digunakan untuk pengairan ketika musim hujan sedang tidak ada. Embung memang memiliki manfaat yang cukup besar bagi kehidupan petani disekitarnya. Di kecamatan kalibawang kulon progo, kini ada embung baru yang lokasinya sangat dekat dengan makam kiai krapyak. Awalnya lokasi yang dijadikan embung adalah kebun tebu yang cukup luas. Namun saat ini telah diubah menjadi lokasi penampungan air sekaligus sebagai tempat wisatawan masyarakat sekitar.

Pada awal pembangunan embung ini, tentu harus dilakukan pembukaan lahan. Sebagai tempat yang dekat dengan makan keramat, lokasi untuk membangun embung terkesan angker. Sebelum dimulai pembangunan, petugas proyek meminta bantuan kepada juru kunci wilayah tersebut untuk membersihkan lokasi dari makhluk halus yang tinggal disana. Hal ini memang didasari pada pengalaman-pengalaman sebelumnya yang banyak terjadi kecelakaan proyek akibat adanya gangguan makhluk astral.

Suatu ketika setelah dilakukan pembersihan, juru kunci mengatakan kepada petugas proyek bahwa embung bisa dibangun disana namun nantinya akan ada syarat yang harus diberikan. Penunggu dari lokasi tersebut meminta tumbal manusia. Jumlah manusia yang dibutuhkan adalah 3 orang. Oleh karena itu terjadi sedikit kepanikan dan keraguan untuk membangun embung. Namun karena memang proyek sudah deal dan harus dijalankan maka terpaksa permintaan dari jin diabaikan. Oleh karena itu ketika menjalankan proyek ada hal-hal aneh terjadi. Beberapa pekerja mengalami kejadian yang bisa dikatakan aneh.

Salah satu kejadian yang pernah dialami oleh pekerja disana adalah terlihatnya ular yang sangat besar berada di tengah proyek tanpa ada rasa takut. Setelah melihat ular tersebut mereka hanya mengusirnya karena tidak berani menangkapnya. Selanjutnya beberapa hari kemudian ada ular besar lagi. Jenis ularnya sama yakni ular piton dengan ukuran raksasa. Ular tersebut terlihat menatap para pekerja dengan sangat santai. Suatu malam ketika penggalian tanah telah cukup dalam, keesokan harinya terlihat tanah yang sudah dikumpulkan dipinggir galian kembali masuk ke dalam. Banyak pegawai yang mengira jika ular-ular yang pernah mereka lihat adalah yang melakukan hal tersebut.

Jika mereka mengabaikan permintaan untuk memberikan tumbal sebanyak 3 orang tentu saja hal-hal aneh seperti itu akan terjadi. Bahkan makhluk astral atau jin penunggu lokasi tersebut akan berusaha untuk mencarinya sendiri. Masyarakat disana disuruh untuk berhati-hati karena memang pencarian tumbal bukan hanya isapan jempol belaka. Suatu ketika, di jalan dekat dengan embung tersebut terjadi kecelakaan yang satu korban meninggal. Korban yang meninggal adalah anak smp yang baru saja masuk kelas satu. Anak tersebut membawa motor dan terserempet truk hingga akhirnya kepalanya pecah. Banyak orang mengira jika jin yang meminta tumbal sudah mulai menjalankan aksinya.

Tak berselang lama, ada kejadian lainnya yakni dua orang yakni seorang ibu dan anak tewas hanyut di selokan besar di dekat lokasi embung juga. Kini sudah genap 3 orang yang menjadi tumbal. Saat ini embung sudah jadi dan bahkan banyak dijadikan sebagai tempat wisata. Kejadian-kejadian menyeramkan memang banyak terjadi di indonesia. Jika masih belum genap 3 orang, mungkin masyarakat akan sangat takut untuk datang ke embung krapyak meskipun sudah dibuat dengan baik dan terlihat indah. Sekarang, embung tersebut menjadi lokasi jogging yang nyaman dan banyak yang berjualan di sekitarnya.

Leave a Reply