Ini Dia, Kisah Misteri Persaingan Warung Makan Jogja Dengan Bantuan Jin

Persaingan memang merupakan hal yang sangat wajar terjadi di antara manusia. Ada beragam bentuk persaingan mulai dari persaingan biasa, persaingan untuk perlombaan, persaingan sehat dan persaingan yang tidak sehat. Pada dasarnya manusia memang senang untuk bersaing namun ada banyak orang yang melakukan persaingan dengan cara yang tidak sehat. Salah satu contoh persaingan tidak sehat adalah persaingan yang terjadi dikalangan para pembisnis. Banyak dari pengusaha baik pengusaha kecil atau besar yang sering melakukan kercurangan hanya demi mendapatkan keuntungan atau untuk mematikan saingannya. Persaingan seperti inilah yang disebut sebagai bentuk persaingan tidak sehat.

Ada banyak sekali pengusaha yang ada di wilayah jogja. Anda bisa menemukan beragam warung makan baik warung makan biasa hingga warung makan kelas tingi seperti restoran. Kisah misteri kali ini adalah tentang kisah warung makan mahasiswa yang berada sangat dekat dengan kampus uny. Disana anda akan menemukan banyak sekali warung dan tentu tidak semuanya laris dan banyak dikunjungi oleh mahasiswa. Ada sebuah warung yang sangat sepi sekali pelanggan padahal lokasinya sangat strategis dan juga menjual makanan yang beragam serta harganya terbilang terjangkau. Namun warung ini terkesan sepi.

Pemilik warung merasa curiga karena awalnya warung yang telah berdiri selama puluhan tahun tersebut banyak didatangi pelanggan namun akhir-akhir ini sangat sepi dan banyak sekali sisa makanan yang tidak terjual. Anak dari pemilik warung tersebut kemudian berbicara kepada kedua orang tuanya mengenai kondisi warung. Mereka berdiskusi mengapa bisa warung yang telah lama berdiri tersebut tiba-tiba menjadi sangat sepi. Awalnya mereka merasa biasa saja namun semakin lama-semakin terasa ada hal yang janggal. Ternyata anak pemilik warung memiliki pikiran bahwa bisa saja warung menjadi sepi karena suatu hal yang diluar nalar.

Akhirnya kedua orang tua anak tersebut mulai menyadarinya. Mereka kemudian memutuskan untuk pergi ketempat sodaranya yang merupakan orang cukup pintar dalam hal supranatural. Mereka bertanya mengenai kondisi warung, apakah benar ada gangguan gaib yang menyebabkan warung menjadi sepi. Ternyata setelah di terawang, warung tersebut menjadi sepi karena ada warung sebelah yang tidak ingin melihat saingannya merebut para pelangan. Warung sebelah melakukan guna-guna untuk menutup warung dengan pagar gaib sehingga orang-orang yang lewat di depan warung tersebut tidak menganggap jika warung itu ada. Sehingga warung selalu diabaikan dan seolah tidak ada yang tertarik.

Mendengar hal itu, pemilih warung yang telah lama sepi itu meminta bantuan kepada orang pintar tersebut untuk membersihkan pagarnya. Mereka menggunakan foto-foto para wali di depan warung makan sebagai jalan untuk menetralisir pagar gaib. Ketika mereka memasang foto wali songo dan nyi roro kidul di warung, tiba-tiba dimalam hari ada suara ledakan di dapur. Setelah dilihat ternyata panci yang berada di atas lemari telah berantakan. Mereka menduga jika ledakan tersebut adalah efek dari guna-guna warung sebelah yang sudah melemah dan akhirnya hancur. Setelah kejadian itu, warung sudah tidak sepi lagi. Banyak pelanggan yang datang dan membeli makanan disana. Melakukan persaingan memang tidak ada salahnya asalkan dilakukan dengan cara yang sehat dan jangan sampai merugikan orang lain. Warung yang melakukan kecurangan, lama-kelamaan akan ditinggalkan oleh pelanggannya karena memang siapapun akan menuai hasil dari apa yang ditanam jika seseorang menanam kebaikan tentu saja kebaikan yang akan di tuai. Namun jika menanam keburukan maka keburukan juga yang akan dituai.

Leave a Reply