Cerita Mistis di Rumah Tua Penuh Penghuni Ghaib

Cerita kali ini adalah kisah yang nyata yang dialami oleh seorang ‘aku’. Aku sejak kecil tinggal dalam rumah yang terbilang sudah cukup tua. Rumah tersebut bukanlah rumah ayah dan ibuku. Hanya saja, ayahku adalah orang kepercayaan si pemilik rumah sehingga si pemilik mengizinkan kami tinggal dan menetap. Aku dan keluarga tidak diminta untuk membayar sewa. Hanya kami diminta untuk merawat rumah dengan baik seperti rumah sendiri. Tentu saja, aku dan keluarga merawatnya dengan baik karena kebaikan si pemilik rumah kepada kami sangatlah banyak.

Awalnya tidak ada yang aneh pada rumah yang kami tinggali. Seperti rumah lain, banyak rutinitas yang banyak dilakukan disini. Saking luasnya dalam rumah, kadang aku juga bermain sepeda di dalam rumah. Baru jika Aku merasa bosan, aku akan bermain bersama teman-teman di luar rumah. Dengan kata lain, meskipun rumah yang aku huni adalah rumah tua, tetapi aku merasa nyaman. Meski kadang ada yang mengatakan bahwa rumah tua cenderung menyeramkan, tetapi sampai detik ini belum pernah aku mengalami kejadian mistis di rumah yang aku tinggali.

Pada suatu ketika, saudaraku meminta izin untuk menginap karena besok harus melaksanakan UAS. Kebetulan rumah si aku dan sekolah saudara jaraknya cukup dekat. Saudara si aku ini tidaklah sendiri tetapi ia mengajak seorang teman untuk menemaninya. Yang namanya saudara mau menginap, sudah pasti ayah dan ibu si aku langsung mengizinkannya. Apalagi dengan alasan supaya tidak telat ketika masuk sekolah. Pada malam harinya, ayah dan ibu pergi untuk menghadiri suatu acara. Kebetulan aku pun juga ikut serta. Di rumah hanyalah tinggal si saudara dengan temannya. Awalnya keadaan rumah biasa saja tidak ada yang menakutkan.

Meski di rumah hanya  berdua si saudara dan temannya tidak memiliki rasa takut sedikitpun hingga akhirnya pada tengah malam si saudara mendengar suara kran menyala. Padahal ia juga tahu dari tadi tidak ada orang yang memakai kamar mandi. Bulu kuduk ia dan temannya tentunya saja langsung merinding. Keduanya saling lempar melempar siapa yang akan melihat ada apa di kamar mandi. Apakah orang atau kran kamar mandi yang semula mati kini sudah mulai hidup. Setelah bermusyawarah, mereka sepakat untuk menengok kamar mandi bersama-sama. Dan benar, tidak ada siapapun di kamar mandi. Kran akhirnya dimatikan.

Langsung saja mereka berlari ke kamar dan memaksakan untuk tidur. Mereka berharap si aku dan orang tuanya segera datang. Namun, lagi-lagi kran kembali menyala. Tentu saja hal tersebut membuat keduanya tidak dapat memejamkan mata. Hingga pada harinya mereka langsung berpamitan dan tidak akan menginap lagi. Si aku pun terheran-heran mengapa saudara tidak lagi akan menginap di rumahnya. Apakah ada yang salah? Tetapi si aku berusaha untuk tidak menanyakan pada si saudara sampai nanti si saudara mau menceritakan sendiri apa yang dialaminya semalam.

Dan kejadian mistis kembali muncul kejadian yang dialami saudara si aku. Sang ayah yang kebetulan suka bersih-bersih rumah memutuskan untuk membersihkan sumur yang ada di rumah. Sumur tersebut sudah tua dan sudah ditutup. Tadinya sang ibu sudah memperingatkan, tetapi si ayah tetap saja tak mendengarkan. Benar saja, ketika si ayah sudah selesai membersihkan sumur, tiba-tiba si ayah langsung berguling-guling di tanah. Ia mengatakan bahwa badannya sakit semua. Padahal tadi baik-baik saja. Saking bingungnya, sang ibu menyuruh si aku memanggilkan saudara yang kebetulan dekat rumahnya dengan si aku. Si saudara datang bersama pak ustad. Pak ustad mengatakan bahwa si penunggu rumah merasa terusik karena si ayah membersihkannya tadi. Setelah kejadian itu, aku dan orang tua akhirnya lebih berhati-hati lagi dan waspada agar kejadian mistis dalam rumah tua tak kembali terulang.

Leave a Reply