Cerita Misteri Seram Nyata Akibat Jalan-jalan Terlalu Pagi

Jalan-jalan pagi adalah salah satu cara menjaga agar tubuh selalu sehat. Olah raga ini selain santai juga mengasikkan. Tak hanya itu, jalan-jalan pagi juga membuat kita bisa berkesempatan menghirup udara pagi yang masih sangat segar belum tercampur polusi. Begitu juga embun pagi yang memiliki manfaat sangat bagus. Namun, sebaiknya jangan terlalu pagi jika ingin jalan-jalan kalau tak mau mengalami hal menakutkan seperti yang adik saya alami.

Suara Langkah Kaki Misterius di Sepanjang Jalan

Kami tinggal di sebuah dusun di daerah Sleman Yogyakarta. Adik saya memang hobi olah raga, termasuk jalan-jalan pagi salah satunya. Biasanya, ia jalan-jalan pagi sekitar jam setengah 6 atau paling awal jam 5. Namun, karena saat itu ia begadang habis nonton bola, maka ia memutuskan untuk jalan-jalan lebih awal. Daripada mengantuk, ia pun mulai jalan-jalan pukul 4 pagi. Sebenarnya, saya juga diajak tapi karena masih ngantuk, saya pun lebih memilih tidur.

Akhirnya, adik saya jalan-jalan sendiri. Seperti biasa, ia melewati jalan semen yang kanan-kirinya masih berupa persawahan. Awalnya taka da firasat buruk apapun yang ia rasakan. Namun, tiba-tiba ia mendengar suara orang berjalan di belakangnya. Setelah ditengok, ternyata taka da seorang pun. Kembali melanjutkan langkahnya, lagi-lagi ia mendengar suara langkah kaki, bahkan lebih keras dan lebih banyak. Ditengoknya lagi, benar-benar taka da orang lain di belakangnya. Suara misterius ini terdengar hampir sepanjang jalan.

Keranda Mayat Berjalan

Beberapa langkah setelahnya, sekali lagi ia mendengar suara beberapa orang yang berjalan sambil ngobrol pelan. Segeralah ia tengok ke belakang, kaget bukan main karena yang terlihat adalah sebuah keranda mayat. Ya, hanya keranda mayat dan taka da orang yang membawanya. Keranda mayat itu benar-benar terlihat sangat jelas berjalan sendiri dengan rodanya. Dengan keringat dingin yang sudah bercucuran ke mana-mana, adik saya pun langsung mengambil langkah seribu.

Setelah berlari terbirit-birit, hal aneh kembali terjadi. Seharusnya,ia sudah sampai di jalan raya karena ketika melihat keranda mayat tadi jarak ke jalan raya tinggal sekitar 100 meter. Namun langkahnya yang cepat dan lebar justru tak segera membuatnya sampai ke jalan raya meski sudah berlari sangat jauh rasanya. Karena napas seperti hampir habis, adik saya pun berhenti. Ia memberanikan diri menengok ke belakang. Ternyata, keranda mayat tadi sudah tidak terlihat.

Pindah Tempat Secara Misterius

Setelah agak lega karena sudah tak diikuti keranda mayat tadi, adik saya pun melanjutkan perjalannya. Anehnya, ia tiba-tiba sudah berada di sebuah perumahan yang lokasinya berada di seberang jalan raya. Artinya, adik saya tadi sudah berlari menyeberangi jalan raya. Padahal, jalan raya tersebut selalu ramai kendaraan baik motor, mobil maupun kendaraan besar seperti truk dan bus. Adik saya juga merasa hanya melewati area persawahan selama lari tadi. Kejadian ini sangat membingunkan. Setelah itu, adik saya menunggu hingga matahari benar-benar terlihat baru kemudian ia berani pulang.

Kejadian yang Sama Terulang di Mimpi

Hari berikutnya, adik saya tak berani lagi jalan-jalan pagi, apalagi kalau sendiri. Namun lebih dari itu, kejadian yang dialaminya pagi itu kembali terulang dalam mimpinya. Bahkan, mimpi yang sama ia alami hingga 7 malam. Akibatnya, adik saya sempat sakit demam tinggi. Untungnya, beberapa hari kemudian ia sembuh setelah dijenguk oleh seorang tokoh agama di kampung saya.

Leave a Reply