Cerita Misteri Lapangan Kemah Sidoharjo Kulon Progo

Pramuka merupakan salah satu ekstrakurikuler wajib yang diselenggarakan di sekolah. Salah satu kegiatan andalan dari ekstra Pramuka adalah perkemahan. Perkemahan ini menjadi kegiatan pembukaan awal tahun ajaran baru dan akhir penutupan tahun ajaran. Di sekolah saya, kegiatan-kegiatan pramuka diorganisir oleh kakak tingkat. Saat saya kelas sebelas, saya termasuk sebagai panitia yang bertugas mengorganisir kegiatan-kegiatan kepramukaan di sekolah, termasuk perkemahan. Saat itu kami memilih lokasi kemah di lapangan Sidoharjo, Kulon Progo yang berjarak tidak jauh dari sekolah. Hampir setiap perkemahan memiliki cerita misteri, sepertihalnya kejadian yang kami alami saat berkemah kala itu.

Mulai Dari Rumah Angker Hingga Kesurupan Masal

Saya dan panitia yang lain tidak mengira akan ada kejadian-kejadian mistis selama perkemahan kami berlangsung karena masyarakat sekitar tidak menceritakan apapun kepada kami. Hari pertama kami berkemah beberapa adik tingkat bercerita mengalami hal aneh yaitu mencium aroma wangi saat melintasi salah satu rumah kosong yang ada di dekat lapangan saat akan mandi sore. Selain itu, ada juga yang bercerita bahwa mereka mendengar suara aneh di dalam rumah. Setelah kejadian itu, baru beberapa warga bercerita bahwa rumah itu memang angker. Setiap sore pasti tercium bau wangi dan terdengar suara misterius yang tidak diketahui asalnya karena memang rumah tersebut sudah lama kosong.

Awalnya saya tidak percaya akan cerita mistis tersebut, hingga akhirnya di hari kedua perkemahan saya dan beberapa teman berniat untuk mandi sore. Waktu itu kira-kira jam setengah enam. Karena rumah warga yang paling dekat dengan lapangan sudah penuh dengan siswa lain, maka kami memutuskan untuk mencari rumah warga yang melewati rumah kosong tersebut. Sejak awal saya biasa saja akan melewati rumah kosong itu. Namun, semakin mendekati rumah tersebut saya dan teman-teman mencium aroma wangi dan mendengar suara yang tidak diketahui asalnya. Spontan kami berlari terbirit-birit meninggalkan rumah angker

Tidak hanya rumah angker saja, hari ketiga malam atau tepatnya malam terakhir kami berkemah ada satu kejadian mistis lagi yang terjadi. Malam itu dijadwalkan untuk acara api unggun dengan pertunjukkan pentas seni dari siswa kelas satu sebagai peserta kemah. Awalnya suasana seperti perkemahan pada umumnya, siswa-siswa sibuk mempersiapkan diri untuk pentas seni. Beberapa siswa bermain rebana, gitar, bernyanyi dan sebagainya.

Tiba-tiba terdengar suara jeritan yang berasal dari salah satu tenda siswa putri. Spontan kami sebagai panitia berlari ke arah tenda tersebut. Ternyata salah satu siswi mengalami kesurupan. Suasana yang awalnya meriah menjadi gaduh karena banyak siswa perempuan ketakutan. Beberapa panitia berusaha menenangkan siswa lain dan sebagian mengatasi siswa yang kesurupan. Saat siswa yang kesurupan tadi sadar, tiba-tiba banyak siswa lain yang berteriak-teriak. Ternyata mereka semua kesurupan. Saat itu juga pembina pramuka menyarankan agar api unggun dan pentas seni diganti dengan acara tadarus dan doa bersama agar yang kesurupan segera sadar dan tidak bertambah lagi yang kesurupan..

Lapangan tempat kami berkemah berada tepat di bawah pemakaman yang menurut warga sekitar memiliki beberapa cerita misteri. Sesaat setelah kejadian tersebut, beberapa warga sekitar memberitahukan bahwa tidak boleh ada yang memainkan gamelan atau tabuh-tabuhan karena dapat mengganggu penunggu makam. Selain itu, diketahui bahwa siswa yang pertama kali kesurupan memiliki jimat dan malam itu sedang berusaha memanggil makhluk halus sehingga mereka merasuki tubuh siswa-siswa peserta kemah.

Leave a Reply