Cerita Misteri Kematian Pemancing Ikan Di Laut Lombok

Lombok adalah salah satu pulau yang menyuguhkan banyak keindahan alam dan yang paling terkenal adalah keindahan pantainya. Beberapa pantai di Lombok yang mempesona yaitu pantai senggigi, pantai kuta lombok, pantai tanjungan, pantai selong belanak, pantai mawun, pantai pink, pantai kerandangan, pantai tanjung ringgit, pantai seger, pantai gerupuk dan lain sebagainya. Selain menjadi objek wisata, pantai di Lombok juga sering dijadikan sebagai tempat memancing ikan. Tak heran jika banyak sekali orang yang hobi memancing ikan di laut Lombok sebab ikan yang didapat sangat besar.

Namun, perlu diketahui bahwa ada cerita misteri di laut Lombok yang membuat banyak warga Lombok merasa ketakutan hingga tidak berani lagi mendekati laut yang menyimpan cerita bermisteri itu. Di bagian selatan Lombok seperti pantai are guling terdapat banyak ikan besar sehingga para pemancing sering melakukan pemancingan pada malam hari ditempat tersebut. Para pemancing biasanya beristirahat diatas bukit. Konon ceritanya disaat beristirahat para pemancing tidak boleh ketiduran sampai terlelap sebab akan membahayakan dirinya. Burung, kupu-kupu dan hewan lain biasanya menghampiri para pemancing yang beristirahat di bukit untuk memberikan petunjuk. Saat air laut tidak bersahabat maka para pemancing tidak bisa mendapatkan ikan. Bahkan yang terjadi adalah laut akan memakan korban.

Di bukit pengempus pantai Are guling Desa Tumpak Kecamatan Pujut, seorang pemancing asal Lombok Tengah terseret ombak saat beristirahat (tidur terlelap)dan korban terbawa ke dasar lautan hingga 6 km dari lokasi kejadian. Pihak keluarga korban juga meminta bantuan paranormal yang terkenal dan ahli dalam menerawang dari desa itu untuk ikut membantu pencarian korban. Menurut penerawangannya, korban masih berada dalam laut dan sedang dijaga oleh ikan yang sangat besar. Ikan besar itu dipercaya sebagai jelmaan dari penghuni laut selatan Lombok. Selain itu, panoramal mengatakan bahwa laut selatan Lombok menginginkan manusia yang tubuhnya gemuk sehingga pemancing ikan asal Lombok tengah tersebut yang menjadi korban karena korban memang tubuhnya gemuk. Korban pun ditemukan dan diangkat oleh para penyelam di dasar laut.

Cerita misteri kematian pemancing ikan di laut Lombok sangat menyeramkan karena setelah sehari korban dimakamkan, alat penggiling padi tempat korban bekerja berbunyi dengan sendirinya hingga membuat warga yang tinggal dekat tempat penggilingan padi ketakutan. Meskipun ada rasa takut, warga berbondong-bondong mendatangi tempat penggiling padi dan berusaha mematikannya.Tidak hanya itu, setelah kematian korban, teman korban bahkan didatangkan mimipi yang sama dua kali berturut turut. Didalam mimpinya datanglah seorang kakek berbaju putih dan berkata : “kalau kamu ingin hidup bahagia tinggalkan semua alat pancing itu, kalau tidak maka kamu harus menggantinya dengan anak ayam berwarna putih”. Dalam kepercayaan masyarakat Lombok, yang dimaksud anak ayam itu adalah anak manusia. Sehingga teman korban langsung membuang semua alat pancingnya ke laut Lombok bagian selatan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pantai are guling yang berada di Lombok bagian selatan tidak hanya kali ini saja memakan korban jiwa, namun sebelumnya juga pernah memakan korban jiwa. Masyarakat setempat berkeyakinan bahwa korban yang meninggal di pantai are guling merupakan tumbal dari laut selatan. Dari Cerita misteri diatas tentunya menjadi ibrah bagi kita bahwa kita harus percaya kepada hal-hal yang berbau mistis. Semua tempat tentunya memiliki penghuni. Misalnya lautan dijaga dan dihuni oleh makhluk yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang.

Leave a Reply