Cerita Misteri Hotel Berbintang Empat, Jangan Salah Pesan

Membicarakan mengenai hotel tentunya yang terbayang adalah kenyamanan beristirahat dengan berbagai kelengkapan sarana dan prasarana mewah, lebih-lebih pada hotel yang menyandang status hotel bintang empat. Jelas fasilitas yang diberikan harusnya tak tanggung-tanggung kemewahannya. Namun berbeda dengan hotel bintang empat satu ini, bangunannya yang megah nyatanya mengisahkan cerita misteri yang membuat bulu kuduk merinding.

Hotel Pertama di Sulawesi Utara

Hotel tersebut merupakan sebuah hotel yang didirikan di daerah pantai Timur Minahasa tepatnya di desa Mokupa, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa didirikan pada tahun 1991. Hotel ini merupakan bangunan yang menjadi aset pemerintah provinsi Sulawesi Utara. Menjadi hotel berbintang pertama di Kota Manado bahkan di Provinsi Sulawesi Utara dan diresmikan oleh presiden RI kedua yaitu Bapak Suharto, hotel ini sempat menjadi primadona bagi kalangan elit. Pejabat negara sekelas Menteri dan bahkan presiden seperti Ibu Megawati Sukarno Putri nyatanya pernah menginap di hotel bertingkat ini.

Sebagai aset pemerintah, hotel ini memang dirancang untuk mensukseskan dan mendukung agenda politik dari pemerintah itu sendiri. Fasilitas-fasilitas mewah sebagai persiapan acara internasional seperti bandara untuk helicopter, kolam renang umum dan pelabuhan khusus untuk kapal feri yang dinaiki oleh tamu tersedia di sana. Keindahan pantai yang sangat menawan menjadi salah satu penunjang agar para pengunjung hotel menikmati kenyamanan beristirahat di dalam hotel.

Namun sayang, sembilan tahun berjaya hotel ini mengalami krisis pada tahun 2000. Layaknya sebuah aset yang sangat mahal harganya, bangunan ini tak lepas dari korupsi. Pejabat-pejabat yang tidak amanah memanfaatkan aset ini sebagai mesin penghasil uang untuk kantong pribadinya masing-masing. Hal ini mengakibatkan hotel mengalami kebangkrutan. Sejak saat itu hotel ini terbengkalai tanpa perawatan sama sekali. Meskipun masih dengan perlengkapan hotel pada umumnya, namun karena tidak terurus gedung bertingkat itu menampakkan suasana yang suram dan terkesan horror. Tersebar cerita mistis mengenai hotel berbintang empat tersebut.

Kebanyakan penduduk sekitar tidak lagi menyebut bangunan megah itu sebagai hotel tetapi lebih sering mereka menyebutnya rumah hantu. Warga sangat meyakini bahwa gedung itu kini dihuni oleh makhluk astral yang sering mengganggu warga yang melintas ataupun beraktivitas di dekat hotel. Dinding yang berlumut, lorong-lorong yang gelap, sarang laba-laba yang mendekorasi lantai dan dindingnya menjadikan kesan mistis pada bangunan ini semakin sempurna. Beberapa kaca pada bangunan itu juga pecah dan berserakan. Suasana pengap dan hawa yang tidak biasa menyelimuti bangunan tersebut.

Cerita-cerita yang beredar di masyarakat telah berubah drastis. Jika dulu di lima tahun pertama pembangunan hotel ini, keramaian yang ada ditimbulkan oleh saking banyaknya tamu yang menginap di dalam hotel. Menurut warga sekitar, hotel tersebut juga kadang masih ramai namun bukan keramaian yang ditimbulkan oleh suara-suara manusia melainkan keramaian yang diakibatkan oleh makhluk tak kasat mata.

Tak berhenti di situ saja, cerita mistis yang beredar yaitu sering terdengarnya suara orang mandi, suara teriakan atau minta tolong dari dalam bangunan itu. Hal ini sangat membuat warga sekitar ketakutan karena mereka mengetahui dengan pasti bahwa tidak akan mungkin ada manusia yang mau menginap di hotel yang kini tampak kumuh, kusam dan angker.

Kawasan Pantai yang memang terkenal mistis semakin memperlengkap hawa angker dari Manado Beach Hotel ini. Warga menceritakan bahwa beberapa saat yang lalu terdapat rombongan remaja yang sedang berlibur dan ingin berkemah di pantai. Warga telah memberikan peringatan pada mereka agar tidak mendirikan tenda di sekitar hotel yang terbengkalai itu. Namun para remaja itu tidak mengindahkannya, mereka tetap berkemah di sekitar hotel. Pada malam harinya, mereka mengaku diganggu oleh makhluk halus dan mengalami kejadian-kejadian aneh. Mereka ketakutan sehingga tidak berani keluar tenda. Pada keesokan harinya mereka memutuskan untuk tidak meneruskan perkemahan yang rencananya masih akan dilaksanakan hingga esok hari. Mereka tak ingin mengalami kejadian aneh atau bahkan tidak bisa pulang akibat ulah makhluk halus hotel. Sejak saat itu, cerita misteri dari Manado Beach Hotel semakin tersebar luas.

Leave a Reply