Home > Mistis > Cerita Misteri Batu Akik dari Situs Liyangan

Cerita Misteri Batu Akik dari Situs Liyangan

Indonesia adalah negara yang terbenatng luas dari Sabang hingga Merauke, yang terdiri atas beribu-ribu pulau dengan terhampar birunya laut dan kemegahan gunung di setiap sudutnya. Sungguh merupakan khasanah alam Indonesia yang begitu menakjubkan, ditambah lagi dengan banyaknya situs-situs peninggalan sejarah yang juga menjadi daya tarik tersendiri di Indonesia. Salah satu peninggalan yang baru-baru ini ditemukan adalah Situs Liyangan. Situs Liyangan ini pertama kali ditemukan oleh penambang pasir yang sedang bekerja di suatu lahan, namun ternyata lahan yang sedang digarapnya merupakan tempat berdiamnya situs purbakala yang saat ini diberi nama Liyangan. Tetapi Situs Liyangan juga tidak lepas dari cerita misteri yang mengiringinya, bila Anda penasaran silakan simak informasinya berikut ini.

Situs Liyangan merupakan sebuah situs yang ditemukan pertama kali pada tahun 2008, situs ini tepatnya berlokasi di lereng timur Gunung Sindoro di Dusun Liyangan, Desa Purbasari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Benda-benda yang ditemukan adalah talud, yoni, arca dan batu-batu candi lainnya. Situs ini pertama kali ditemukan oleh penambang yang sedang menambang pasir. Akhirnya setelah ditemukan benda-benda purbakala tersebut, tempat itu tidak boleh lagi dilakukan penambangan karena akan ditindak lanjuti dengan berbagai macam penelitian. Setelah diteliti lebih lanjut oleh Badan Arkeologi Yogyakarta sementara dapat diambil kesimpulan bahwa Situs Liyangan ini memiliki indikasi sebagai pemukiman pada peradaban terdahulu.

Namun sebelum itu pernah ada cerita misteri yang menimpa salah warga Liyangan, Purbosari. Kisah mistis ini bermula ketika orang tersebut yang adalah seorang penambang pasir tersebut menemukan secuil batu dari lokasi ditemukannya Situs Liyangan. Kejadian ini terjadi beberapa waktu sebelum tersingkap bahwa tempat tersebut merupakan tempat terpendamnya sebuah situs, oleh karena itu orang yang menemukan batu itu merasa merupakan hal yang biasa bila ia menemukan batu di sebuah lokasi tambang. Akhirnya dia mengambil batu tersebut dan membawanya pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah tidak terjadi apa-apa dengan batu itu, lalu orang tersebut memutuskan untuk membuat batu tersebut menjadi sebuah cincin. Batu tersebut memiliki warna biru muda dan terdapat motif keemasan di tengahnya, terlihat indah dan bagus karena itu orang tersebut akan menjadikan batu tersebut sebagai cincin. Berselang beberapa hari batu tersebut telah menjadi cincin dan dikenakan oleh orang tersebut kemanapun ia berada. Namun ada perbedaan setelah orang itu menggunakan cincin tersebut, berdasarkan penuturan dari sumber orang tersebut menjadi berperilaku berbeda dari biasanya.

Ia cenderung menjadi pemarah, kasar dan bertindak sesuka hatinya. Ia seperti sedang dikendalikan dan berubah menjadi orang lain, selain itu juga ia menjadi lalai terhadap kewajibannya menjadi makhluk beragama. Setelah keluarganya menyadari keganjilan itu kemudian oleh salah satu anggota keluarganya cincin itu dibawa kepada Ustadz. Dan setelah beberapa hari Ustadz tersebut memberitahu bahwa cincin tersebut memiliki ‘muatan’ atau bisa dibilang cincin tersebut memiliki penghuni. Ustadz tersebut mengaku bahwa ia tidak mampu mengeluarkan ‘muatan’ yang ada pada cincin itu, sehingga akhirnya cincin itu diserahkan kepada Ustadz tersebut. Kisah mistis ini memang tidak banyak diketahui orang namun ini benar-benar terjadi pada salah seorang warga di Liyangan.

Sadar ataupun tidak di dunia ini terkadang memang terjadi hal-hal diluar nalar yang menimpa manusia. Untuk itu kita seharusnya semakin mendekatkan diri kepada Tuhan YME karena hanya kepada-Nya lah kita meminta perlindungan. Percaya ataupun tidak percaya namun kejadian di seperti di atas memang kerap terjadi dan menimpa manusia. Nah semoga dari cerita misteri di atas dapat di ambil hikmahnya dan memberikan kita pelajaran berharga tentang hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *