Home > Travelling > Jawa > Wisata Unik Pasar Papringan yang Mengusung Tema Kearifan Lokal

Wisata Unik Pasar Papringan yang Mengusung Tema Kearifan Lokal

Berbicara tentang tempat wisata, dapat dikatakan bahwa Indonesia adalah surganya. Mulai dari wisata alam, edukasi dan kuliner semuanya dapat ditemukan dengan mudah. Dan tentunya setiap tempat wisata tersebut mempunyai keunikan dan ciri khas yang membedakannya dari tempat-tempat wisata yang lain. Salah satu wisata unik yang sayang bila dilewatkan adalah Pasar Papringan. Apakah anda pernah mendengar tentang Pasar Papringan?

Pasar Papringan merupakan pasar tiban yang belokasi di Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. Pasar tiban adalah pasar yang hanya diselenggarakan pada hari-hari tertentu saja. Pasar Papringan sendiri hanya digelar pada hari Minggu Wage dan Minggu Pon yang berarti hanya digelar dua kali dalam sebulan. Waktu penyelenggaraannya pun tergolong sangat pendek yaitu dimulai pukul 06.00 hingga pukul 12.00. Jadi tidak mengherankan bila Pasar Papringan selalu diserbu oleh ribuan pengunjung. Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari daerah Temanggung saja karena banyak dari pengunjung yang berasal dari luar daerah seperti Yogyakarta, Semarang, Jakarta bahkan Bali. Lebih dari itu banyak juga pengunjung berasal dari luar negeri seperti Thailand, Amerika Serikat dan Jepang.

Ciri khas wisata unik Pasar Papringan

Ciri khas pertama terletak pada tempat diselenggarakannya Pasar Papringan. Tidak seperti pasar-pasar pada umumnya, wisata unik ini digelar di bawah rimbunya tanaman bambu. Selain memberikan kesan natural yang sangat pedesaan, tujuan lain diselenggarakannya pasar di bawah rimbunan tanaman bambu adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa tanaman bambu perlu dilestarikan karena dewasa ini banyak tanaman bambu ditebang untuk kepentingan pembangunan. Hal ini juga yang mendasari kenapa nama pasar ini adalah Pasar Papringan, karena dalam bahasa Jawa papringan berarti rumpun-rumpun bambu. Kemudian bila anda berniat untuk membeli sesuatu di pasar unik ini terlebih dahulu anda harus menukarkan uang anda dengan mata uang yang berlaku disini, yaitu uang pring. Dengan Rp. 2000 anda dapat menukarkannya dengan satu pring dan begitu seterusnya. Jadi bila anda ingin membeli sesuatu yang mempunyai harga Rp. 4000 anda harus menyerahkan dua piring kepada penjual.

Bagi anda pencinta kuliner jelas tempat ini tidak bisa anda lewatkan begitu saja, karena di pasar ini anda akan menemukan berbagai jenis makanan dan minuman. Seperti nasi jagung, nasi megono, mangut, soto, bubur ayam, dawet ayu, jamu dan masih banyak lagi. Perlu anda ketahui bila di tempat ini ada satu makanan spesial yang menjadi primadona yaitu nglemeng. Nglemeng merupakan makanan berbahan dasar ubi yang diberi gula merah ditengahnya, dimasak dengan dimasukkan ke dalam batang bambu kecil dan dibakar. Selain makanan juga banyak penjual yang menjajakan aneka kerajinan, seperti batik khas Temanggung, kaos, aneka aksesoris dan masih banyak yang lainnya. Nah bagi anda yang ingin mengajak anak-anak jangan khawatir, sebab disana disediakan permainan tradisional yang dapat mereka coba seperti egrang, gasing dan ayunan bambu. Jadi mereka tidak akan merasa bosan ketika berada disana. Selain dapat menikmati makanan tradisional anda juga dapat melihat-lihat aneka koleksi barang yang terbuat dari kayu. Seperti sepeda, jam, radio dan lainnya. Bila anda sudah puas melihat-lihat anda bisa beralih pada pertunjukan yang digelar, yaitu pertunjukan kuda lumping.

Nah itulah tadi beberapa keunikan dari Pasar Papringan, jadi bagaimana? Apakah anda tertarik memasukkan tempat unik ini dalam daftar wisata unik yang akan anda kunjungi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *