Home > Mistis > Teror Hantu Pocong Merah, dari Mimpi Menjadi Kenyataan

Teror Hantu Pocong Merah, dari Mimpi Menjadi Kenyataan

Bertemu atau melihat hantu tentu bukan sesuatu yang menyenangkan. Terutama untuk orang yang takut terhadap hantu. Berbicara mengenai hantu, banyak sekali jenis hantu yang dikenal oleh masyarakat Indonesia. Sebut saja kuntilanak, genderuwo, tuyul, dan salah satu yang paling populer adalah pocong. Banyak orang menganggap hantu pocong ini sebagai teror bagi yang pernah melihatnya. Hantu pocong digambarkan sebagai sosok gaib yang berbalut kain kafan dengan ikatan di ujung kepala yang belum terbuka. Normalnya, hantu pocong menggunakan kain kafan putih seperti orang mati yang hendak dikuburkan. namun lain halnya dengan kisah satu ini. Pocong berlumuran darah sehingga disebut dengan hantu pocong merah.

Awal Mula Kisah Hantu Pocong Merah

Kisah mengenai pocong merah ini berawal dari sebuah mimpi yang dialami oleh seseorang. Jika mimpi hanya sebagai bunga tidur, lantas bagaimana jika sebuah mimpi itu dialami lebih dari satu kali dengan cerita dan situasi yang sama? Mimpi mengenai pocong merah ini dialami seorang anak laki-laki selama empat kali berturut-turut. Kebetulan di sekitar rumahnya terdapat kuburan tua. Si anak tersebut bermimpi sedang berdiri di sebuah gang yang tak jauh dari rumahnya. Suasana di tempat itu sepi, gelap, dan menakutkan. Tak lama kemudian ia melihat sesosok bayangan berwarna hitam yang mendekat ke arahnya. Semakin dekat bayangan hitam tersebut berubah menjadi merah. Dan semakin dekat semakin merah.

Bayangan yang mendekat tersebut ternyata adalah sosok hantu pocong merah. Dan kini hantu menyeramkan itu telah berada tepat di hadapannya. Si anak laki-laki itu tak sanggup berlari, berteriak, bahkan memejamkan matanya. Ia menggambarkan penampakan hantu pocong di depannya menggunakan kain kafan berwarna merah dan berlumuran banyak darah. Bau sangat anyir yang berasal dari pocong tersebut juga sangat menusuk. Darah menetes dari kain kafan dan mengenai wajah anak laki-laki itu. Wajah pocong itu gelap dan matanya merah. Mimpi itu berakhir ketika adzan Subuh berkumandang. Anak laki-laki itu memutuskan untuk merahasiakan mimpinya dari siapapun termasuk orang tuanya.

Saat malam berikutnya, tak disangka mimpi yang sama persis hadir kembali. Mimpi itu pun berakhir di waktu yang sama yaitu saat adzan Subuh. Tak hanya di kedua malam tersebut, mimpi itu dialaminya selama 4 hari. Akhirnya anak tersebut pun menceritakan mimpi itu kepada kedua orang tuanya. Tanggapan sang ibu dan sang ayah berbeda. Sang ayah menganggap penampakan pocong tersebut merupakan kiriman orang lain. Sedangkan sang ibu menganggapnya sebagai mimpi buruk biasa. Singkat cerita setelah itu keluarga anak itu memutuskan untuk pergi liburan untuk melupakan kisah mimpi tersebut.

Saat sedang liburan, terjadi hal aneh yang tak disangka-sangka. Sosok pocong merah yang berasal dari mimpinya di malam sebelumnya tiba-tiba saja muncul di hadapannya. Teror hantu pocong itupun berubah dari mimpi menjadi kenyataan yang sangat menakutkan. Anak laki-laki itu kemudian pingsan dan dibawa pulang. Saat terbangun, ia melihat pocong merah itu berdiri di belakang ibunya. Ia pun berteriak histeris. Akhirnya orang tuanya pun memutuskan untuk memanggil orang pintar. Menurut orang pintar itu, penampakan yang dilihat si anak adalah kiriman seseorang yang berniat jahat namun salah sasaran. Dengan bantuannya, si anak pun sudah tidak dihantui lagi oleh pocong itu. Sekian cerita mengenai teror hantu pocong merah. Terlepas benar atau tidaknya asal dari pocong merah itu, iman yang kuat dapat menangkal setiap pengaruh jahat agar tak menghampiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *