Nyata: Penampakan Kuntilanak di Malam Resepsi Pengantin Di Yogyakarta

Kisah ini terjadi sudah cukup lama, pada medio sekitar 1997 di Kotagede, Yogyakarta. Kondisi Kotagede di waktu tersebut tentu masih sangat berbeda dengan kondisi saat ini di mana belum banyak bangunan tinggi menjulang dan rumah-rumah penduduk masih dibuat dengan biasa-biasa saja. Namun, kerukunan warga sudah terbentuk dengan sangat baik, terutama ketika salah satu dari mereka membuat hajatan pernikahan. Kisah penampakan kuntilanak di malam resepsi ini terjadi dan dialami oleh beberapa anak kecil yang tinggal di sekitar tempat resepsi tersebut.

Pesta yang Meriah

Sebagaimana adat Jawa, resepsi pernikahan di gelar dengan cukup meriah melibatkan banyak elemen masyarakat. Begitu pula pesta yang diselenggarakan di rumah M tersebut. Pesta resepsi masih tergolong cukup ramai meskipun hari sudah memasuki malam hari. Masih banyak tamu dan handai taulan yang datang ke pesta resepsi tersebut guna bersua dan mengucapkan selamat atas pernikahan yang sudah terselenggara dengan baik.

Para tamu mengobrol dengan sangat santai dan riang sambil menikmati hidangan yang disajikan oleh pihak tuan rumah. Begitu pula N, gadis teman pengantin ini tampak begitu lahap menikmati sajian dari tuan rumah. Ia tidak akan membayangkan bahwa nanti ia akan membuat beberapa anak kecil di sekitar area pernikahan tersebut melihat penampakan sosok kuntilanak di malam resepsi.

Tidak Berani Pulang

Kotagede waktu itu memang masih begitu biasa dan tergolong belum terlalu ramai. Rumah penduduk masih dipenuhi dengan kebun yang cukup luas dengan pohon yang menjulang tinggi. Karena pesta sudah hampir usai, beberapa tamu bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing pun karena hari juga sudah bertambah malam. Namun, N masih bertahan dan mengobrol dengan beberapa teman lama.

Namun, ketika hari sudah hampir tengah malam, ia ingin pulang. Namun, dikarenakan kondisi cukup gelap, maka ia tidak berani pulang. N kemudian berpikir dan mencari teman untuk pulang. Namun, tidak ada teman yang bisa diajak pulang bareng.

Kemudian, ia melihat beberapa anak kecil yang masih bermain di sekitar area. Nah, ia berpikir untuk menyuruh anak-anak tersebut mengantarkannya pulang dengan imbalan dibelikan es. Tentu, anak-anak tersebut dengan girang menerima ajakan N.

Singkat cerita, N dengan beberapa anak kecil tersebut pulang bareng. Jarak yang ditempuh sebenarnya tidak begitu jauh namun melewati sebuah kebun yang memang gelap dan terdapat pohon menjulang cukup tinggi. N dan anak-anak tampak biasa saja melewati pohon besar di kebun tersebut dan tidak lama kemudian sampai di rumah. Seperti janji, N kemudian memberikan anak-anak tersebut es.

Kuntilanak di Atas Pohon

Sambil bernyanyi dan makan es, beberapa anak tersebut kembali ke kediaman masing-masing. Namun, hawa berbeda mereka rasakan saat pulang melewati pohon besar di kebun tersebut. Ketika melewati pohon, salah satu dari mereka seolah dilempar pasir dari atas. Karena penasaran, mereka mendongak ke atas. Tidak disangka, di atas pohon tersebut ada sesosok kuntilanak bergelantung dan tertawa. Anak-anak tersebut langsung lari terbirit-birit hingga es mereka terjatuh.

Kisah penampakan kuntilanak di malam resepsi dibahas beberapa lama di tempat tersebut dan menjadi obrolan beberapa warga sekitar. Adanya kuntilanak di malam resepsi memang menyebabkan kengerian tersendiri di desa yang sebenarnya sudah damai tersebut.

Beberapa waktu setelah penampakan kuntilanak di malam resepsi tersebut, pemilik pohon akhirnya menebang pohon tersebut. Karena rumahnya sudah rusak, kuntilanak tersebut akhirnya tidak lagi mengganggu warga sekitar yang tinggal di daerah tersebut.

Leave a Reply