Sunday, October 24, 2021
Home > Travelling > Jawa > Mengenal Lebih Dekat Candi Sambisari di Yogyakarta

Mengenal Lebih Dekat Candi Sambisari di Yogyakarta

Selama ini, sebagian besar sisa peninggalan sejarah yang berupa candi terletak di tanah yang tinggi jika dibandingkan dengan kawasan yang ada di sekitarnya. Bahkan, candi tersebut memang sengaja dibangun di ketinggian atau di lereng-lereng bukit seperti candi gedong songo yang ada di ungaran atau candi arjuna di dieng. Namun tahukah anda jika di Yogyakarta terdapat sebuah candi yang lokasinya sangat unik, yakni terletak kira-kira 6,5 meter lebih rendah dari ketinggian permukaan tanah? Candi yang terkenal dengan lokasinya yang unik ini dikenal sebagai candi sambisari.

Sejarah Dibangunnya Candi Sambisari

Menurut sejarah candi sambisari, peninggalan sejarah ini dibangun pada sekitar abad ke-9 yakni pada masa pemerintahan raja rakai garung. Candi ini termasuk candi hindu yang sempat terkubur material vulkanik merapi. Pada sekitar tahun 1996, ada seorang petani di Dusun Sambisari yang menemukan candi ini tanpa sengaja dan telah terkubur selama beberapa abad. Setelah dilakukan eskavasi, candi ini kembali mampu menampilkan sosoknya yang megah dan anggun.

Candi hindu ini terdiri dari kompleks candi induk serta tiga candi pewara atau candi pendamping yang dikelilingi oleh pagar batu dua lapis. Untuk memasuki area candi, terdapat empat pintu masuk yang bisa digunakan. Jika dilihat sepintas, candi sambisari menyerupai bangunan kastil batu yang ada di tengah taman. Rumput-rumput yang tumbuh teratur di pelataran candi tampak seperti hamparan permadani hijau yang sangat indah.

Suasana di kawasan candi ini begitu tenang. Maka tak heran jika banyak yang menjadikannya sebagai salah satu lokasi photoshoot yang cocok untuk prewedding ataupun foto bersama anggota keluarga. Para pengunjung juga diijinkan menggelar tikar di area rerumputan dan membuka bekal piknik untuk disantap bersama keluarga. Asyik bukan?

Selain bisa dinikmati dari area pelataran, keindahan dari bangunan candi sambisari yang posisinya terletak lebih rendah dari permukaan tanah sekitar juga dapat dilihat dari ketinggian. Setelah puas menikmati keindahan dan pesona candi bersejarah ini, para pengunjung juga bisa mampir ke museum mini untuk mengetahui serangkaian sejarah proses eskavasi candi yang pernah di lakukan. Hal ini tentunya tidak hanya dapat membuat badan dan pikiran kembali fresh namun juga menambah wawasan.

Lokasi Candi Sambisari

Sesuai namanya, candi peninggalan sejarah ini ada di Dusun sambisari, desa purwomartani, kecamatan kalasan, sleman, DIY. Dari kota Yogyakarta, candi ini berjarak sekitar 12 km kearah timur atau kurang lebih sekitar 4 km sebelum kompleks candi prambanan. Para pengunjung yang ingin menikmati keindahan serta menelusuri jejak sejarah candi hindu ini hanya cukup membayar retribusi sebesar 3 ribu rupiah saja untuk tiap orang.

Aktivitas yang dapat dilakukan di candi sambisari

  • Menelusuri jejak sejarah dari museum dan dinding candi

Jika anda adalah salah satu penggemar dan penikmat sejarah, mengelilingi candi ini sembari mengamati detail arsitektur adalah hal menarik yang dapat dilakukan. Di kompleks candi, para pengunjung akan menemukan relung candi yang berisi arca mulai dari arca dewi durga dan arca ganesha hingga arca agastya. Masih banyak lagi bangunan atau barang-barang yang bernilai sejarah lainnya.

Simak juga : Keistimewaan Pantai Parang Kusumo, Yogyakarta

  • Mengabadikan keindahan dengan berfoto

Selain bangunan candi, situs sejarah ini juga memiliki hamparan rumput hijau dan juga taman yang tertata rapi. Ketika musim hujan, kawasan ini terlihat hijau segar dan sejuk. Sehingga tak jarang yang memanfaatkannya sebagai spot untuk prewedding ataupun sesi foto lainnya. Candi sambisari bisa menjadi background foto yang indah untuk diabadikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *