Home > Mistis > Kisah Horor Pedagang Sate dan Pelanggan Misterius di Daerah Boyolali

Kisah Horor Pedagang Sate dan Pelanggan Misterius di Daerah Boyolali

Kisah horor kali ini datang dari daerah Boyolali Jawa Tengah. Daerah yang terkenal dengan sapi Boyolali ini juga terkenal dengan jalanannya yang penuh dengan sawah dan pohon-pohon rindang, sehingga jika sudah petang sangat sepi dan horor. Kisah ini diawali oleh dua orang pedagang kakak beradik yang sedang menjajakan satenya berkeliling di daerah Kismoyoso Boyolali. Kismoyoso adalah salah satu daerah terpencil di Boyolali yang penuh dengan ladang dan pohon rindang.

Daerah sekitar sudah sangat sepi mulai jam 5 sore ke atas. Namun, dua pedagang sate tersebut masih berdagang keliling jam 1 dini hari. Selain sepi, daerah itu juga minim penerangan serta jarak antara rumah satu dengan yang lain berjauhan. Ketika berjalan melewati daerah itu, sang kakak mendengar suara seorang pelanggan wanita memanggil untuk memesan sate. Namun anehnya, sang adik tidak mendengar apa pun. Merasa ada yang memanggil, sang kakak berjalan ke sumber suara meninggalkan adiknya.

Tak lama kemudian, sang kakak datang dan menyuruh adiknya menunggu di tempat, karena kakaknya mendapat pelanggan dan tidak perlu bantuan adiknya. Dia meninggalkan adiknya sambil membawa gerobak sate ke tempat pelanggan. Menurut narasumber yang mengetahui kisah misteri ini, kakak itu akan memanggil adiknya jika membutuhkan bantuan. Akhirnya, sang adik pun menunggu di area itu sambil menonton TV lewat hp.

Sang Kakak yang Tak Kunjung Datang Membuat Adik Merasa Cemas

Setelah lama menunggu, sang adik merasa cemas karena kakaknya tak kunjung datang. Apalagi keadaan di area situ yang sepi dan horor. Adiknya pun memutuskan untuk pergi ke mana kakaknya tadi pergi. Lumayan lama berjalan, dia pun sampai di sebuah tanah yang penuh dengan kuburan. Melihat hal ini, sang adik berlari seribu langkah karena takut setengah mati. Pintu rumah-rumah warga sekitar pun digedor untuk meminta pertolongan, dan kisah horor pun baru akan dimulai.

Sekian lama menggedor pintu rumah warga, mereka pun berkumpul untuk mendengar apa yang terjadi pada dini hari begini. Pedagang sate itu pun menceritakan kejadiannya, khususnya yang terjadi pada kakaknya. Mendengar hal itu, warga sepakat untuk mencari ketika subuh datang. Saat subuh datang, para warga mencari kakak penjual sate itu di setiap sudut desa. Meskipun sudah banyak warga mengerahkan pencarian, sang kakak masih belum ketemu juga.

Lalu, warga pun sepakat untuk mengulang pencarian saat pukul 06.30 pagi ketika matahari bersinar terang. Saat fajar tiba, pencarian kembali dilakukan namun tetap sia-sia. Kakak penjual sate tersebut tidak kunjung ketemu. Sudah kedua kalinya pencarian dilakukan, dan tidak ditemukan juga. Lalu, sebuah teriakan memecah keputus asaan. Seorang warga berteriak neng kene, Pak! Ketemu (di sini Pak! ketemu). Penjual sate itu ditemukan di sebuah kuburan lapang. Dia terbaring tak sadarkan diri di atas sebuah kuburan. Gerobak satenya ada di sana bersama dengan dagangannya yang berserakan di mana-mana. Para warga pun menolongnya dan membuatnya sadar kembali. Di kantongnya terdapat banyak daun nangka yang katanya itu adalah uang dari pelanggannya tadi. Kemungkinan pelanggan misterius itu adalah kuntilanak. Cerita horor tentang pesta sate kuntilanak ini menyebar di antara warga.

Daerah itu memang sudah sepi jika malam hari. Banyak warga yang lebih memilih berdiam diri di rumah dari pada keluar jika hari telah petang. Maka dari itu, berhati hatilah kalian yang mungkin lewat daerah ini atau lewat di area terpencil lainnya. Karena tidak menutup kemungkinan kisah horor lain akan menghantui kalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *