Hantu Pocong Terusik Acara Orientasi Mahasiswa API Yogyakarta

Di kota Yogyakarta, ada sebuah daerah yang dikenal masyarakat luas sebagai “Las Vegas” nya Yogyakarta. Daerah tersebut adalah daerah Seturan. Daerah itu sangatlah ramai seolah tak pernah tidur. Dibalik ketenaran tersebut, tak semua orang tahu bahwa di sekitar keramaian Seturan terdapat beberapa tempat yang lekat dengan aroma mistis. Bahkan ada satu daerah yang dikenal dengan sebutan kampung pocong. Sebutan itu diberikan tentunya bukan tanpa sebab. Kabarnya, di daerah itu sering terjadi penampakan hantu pocong.

Kampung pocong itu dekat dengan jembatan tua Sungai Tambak Boyo. Berada tidak jauh dari kampus STTNAS yang terletak di arah Utara persimpangan Jalan Megarsari dan Jalan Babarsari serta deretan kampus lain seperti Universitas Proklamasi dan Politeknik API Yogyakarta. Jembatan itu sebenarnya sangat ramai di siang hari. Alasannya adalah karena jembatan tersebut merupakan tembusan jalan Selokan Mataram. Namun pada malam hari suasana berubah sunyi dan menyeramkan. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai sebuah cerita yang belakangan beredar di daerah tersebut yaitu cerita mistis yang berdasarkan pada pengalaman dari beberapa orang yang terlibat dalam kegiatan orientasi mahasiswa yang dilakukan di sekitar tempat tersebut.

OSPEK Mahasiswa Baru API Yang Mengganggu Hantu Pocong

Beberapa waktu yang lalu, di Politeknik Akademi Pariwisata Indonesia (API), para mahasiswa mengadakan kegiatan orientasi mahasiswa baru atau yang biasa disebut OSPEK. Seperti kegiatan orientasi pada umumnya, dalam kegiatan tersebut mahasiswa baru sebagai peserta dan mahasiswa senior bertindak sebagai panitia. Kegiatan yang awalnya dijadwalkan sore hari ternyata molor dari jadwal yang seharusnya. Akhirnya acara dimulai selepas magrib. Kegiatan dilakukan di luar kampus, yang masih dalam wilayah yang terkenal dengan hantu pocong tersebut. Para peserta dibagi menjadi beberapa grup.

Setelah semua peserta dibagi kedalam 10 grup mereka diberikan sebuah tugas. Aturan main dari tugas itu adalah masing-masing grup harus mendatangi setiap pos yang telah dibuat panitia. Dalam acara itu panitia membuat 10 pos. Grup yang datang ke pos pertama akan mendapatkan sebuah pesan yang harus disampaikan ke pos kedua. Di pos kedua mereka mendapat pesan lagi untuk disampaikan ke pos ketiga. Dan begitu seterusnya sampai pada pos terakhir yaitu pos ke sepuluh.

Setelah dijelaskan mengenai aturan main, berangkatlah semua grup itu untuk mendatangi pos yang telah ditentukan. Namun siapa sangka ada hal janggal yang terjadi dalam kegiatan tersebut. Regu yang seharusnya tiba di pos terakhir lebih dulu malah didahului oleh regu yang lain. Panitia orientasi pun dibuat cemas akan kejadian tersebut. Hingga kemudian muncullah beberapa orang yang diketahui adalah kelompok yang ditunggu-tunggu.

Para panitia kemudian mendatangi mereka dan menanyakan alasan mengenai keterlambatan yang terjadi. Para anggota regu itu mengaku telah melakukan sesuai instruksi yang diberikan oleh panitia. Karena sudah semakin malam, akhirnya panitia meminta pesan dari pos yang sebelumnya untuk segera dibacakan. Dari sinilah kehororan terjadi. Pesan yang dibawa regu tersebut berbunyi seperti ini. “Pocong-pocong di daerah ini merasa terganggu, mohon segera hentikan segala kegiatan yang ada disini”. Mendengar pesan tersebut dibacakan semua panitia mendadak merinding. Pesan itu seolah-olah adalah keluhan dari pocong penghuni kawasan itu. Belum sempat mengatasi rasa merinding setelah mendengar pesan janggal itu, panitia harus merasakan kepanikan karena semua anggota grup terakhir itu tiba-tiba jatuh pingsan. Suasana acara pun seketika berubah dari yang menyenangkan menjadi mengerikan.

Kejadian tersebut kemudian banyak dibicarakan oleh orang-orang. Cerita tentang hantu pocong yang terkenal di kalangan orang di Politeknik API Yogyakarta. Hampir semua orang disana mengetahui cerita ini. Sebuah cerita yang menyisakan ketakutan dan kengerian yang sanggup membuat bulu kuduk merinding seketika.

Leave a Reply