“Hantu Angkong”, Cerita Misteri Masyarakat Tegalrejo

Masyarakat dusun Tegalrejo, desa Kamongan, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang merupakan masyarakat yang hidup di lereng Merapi. Sesuai dengan kondisi alam tempat tinggal yang berada di pegunungan, maka sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani. Komoditas utama yang dihasilkan oleh para petani adalah buah salak yang dikenal dengan sebutan salak “Nglumut”. Pada awalnya kehidupan masyarakat berjalan seperti biasanya, dengan suasana yang aman dan damai. Hingga suatu ketika berembuslah kabar adanya cerita misteri “hantu angkong” yang tiba-tiba eksis dan menjadi buah bibir masyarakat dusun Tegalrejo.

Awal Mula Munculnya Cerita Misteri “Hantu Angkong”

Penduduk dusun Tegalrejo sebagian besar berprofesi sebagai petani salak “Nglumut”. Dalam kegiatan memanen salak, para penduduk sudah terbiasa menggunakan alat bantu angkut berupa gerobak atau yang lebih dikenal dengan sebutan “angkong”. Dengan demikian, sebagian besar masyarakat memiliki alat angkut sederhana ini untuk memudahkan mereka membawa hasil panen salak dari kebun menuju ke rumah. Sebenarnya tak ada yang istimewa dari angkong atau gerobak itu. Sampai suatu ketika terembus kabar adanya “hantu angkong” yang berkeliaran pada malam hari.

Menurut pengakuan salah seorang warga, dirinya pernah satu kali melihat “hantu angkong” tersebut. Berdasarkan penuturan warga tersebut, pada suatu malam ia secara tidak sengaja mendengar suara seseorang lewat di depan rumah dengan mendorong angkong atau gerobak. Suara tersebut sangat familiar namun terkesan aneh karena waktu itu sudah larut malam, tidak mungkin ada warga yang masih beraktivitas memanen salak pada malam hari. Karena didorong oleh rasa penasaran, maka warga tersebut mencoba melihat lewat tirai jendela. Namun tak ditemukan siapapun yang sekiranya lewat di depan rumah. Bahkan pagi harinya, tak ditemukan siapa yang lewat di depan rumah warga dengan mendorong angkong tersebut. Berawal dari hal inilah cerita misteri ini berlanjut dan menjadi buah bibir warga Tegalrejo sebagai cerita hantu yang popular.

Seluruh warga dusun Tegalrejo pun dibuat penasaran dengan pengakuan salah seorang warganya tersebut. Pada mulanya banyak yang tidak percaya, namun lama kelamaan terdapat pula saksi lain yang mendengar suara serupa, yaitu seseorang yang lewat dengan mendorong angkong atau gerobak pada malam hari. Namun sayangnya belum ada satupun orang yang benar-benar menyaksikan secara langsung kejadian hantu angkong tersebut. Sehingga opini warga pun menjadi terpecah, di satu sisi ada yang percaya namun di lain sisi ada pula yang menyangkal cerita tersebut.

Namun cerita misteri ini menjadi popular dikarenakan hampir semua warga masyarakat membicarakannya. Mulai dari kalangan anak-anak hingga orang yang sudah tua sekalipun. Bahkan tak jarang cerita horror ini dijadikan bahan guyonan dalam obrolan. Berita ini pun sudah menyebar sampai ke desa tetangga. Berawal dari mulut ke mulut hingga banyak warga desa tetangga yang mengetahui kabar tersebut. Hal yang diherankan lagi adalah ketika kabar eksisnya hantu angkong tersebut mulai popular, kemunculan hantu angkong atau gerobak tersebut justru surut. Warga dusun Tegalrejo menjadi jarang yang mengalami pengalaman bertemu langsung atau mendengar hantu angkong atau gerobak. Hingga saat ini keberadaan hantu angkong atau gerobak tersebut masih menjadi misteri. Dan terkadang masih terdapat warga yang enggan keluar rumah hingga larut malam karena takut mengalami peristiwa dengan hantu angkong atau gerobak tersebut. Meskipun sempat menyebabkan sebagian warga takut, namun akhirnya kabar mengenai hantu itu lama kelamaan tidak terdengar dan menghilang.

Leave a Reply