Cerita Misteri Legendaris Gunung Sumbing

Cerita Misteri – Kegiatan mendaki gunung saat ini sedang sangat populer di kalangan para remaja. Kegiatan ini dapat mendekatkan kita dengan alam dengan cara menikmati secara langsung pemandangan indah nan asri yang disuguhkan, seperti sunrise dan sunset dari puncak gunung yang pastinya sangat menakjubkan. Selain itu para remaja zaman sekarang, juga menjadikan kegiatan naik gunung sebagai spot foto untuk kemudian diupdate di akun sosial media mereka. Maka tidak mengherankan bila dewasa ini kegiatan mendaki gunung menjadi sangat populer. Namun tidak jarang juga pendaki yang murni mendaki karena ingin menikmati keindahan ciptaan Tuhan seperti contohnya para pencinta alam.

Di Indonesia sendiri terdapat banyak sekali gunung yang dapat dijadikan tujuan pendakian. Seperti Gunung Slamet, Gunung Sumbing, Gunung Rinjani dan masih banyak yang lainnya. Tetapi perlu diketahui, dibalik kegiatan mendaki yang mengasyikkan terdapat banyak cerita misteri yang dialami oleh para pendaki. Baik itu penampakan makhluk halus, terdengarnya suara-suara aneh dan masih banyak yang lainnya. Tidak terkecuali, kejadian mistis juga banyak terjadi di Gunung Sumbing.

Gunung ini secara administratif terletak di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo. Gunung Sumbing ini terkenal akan treknya yang cukup berat namun sebanding dengan pemandangan indah yang akan didapatkan. Inilah sebabnya banyak orang tidak ingin ketinggalan untuk melihat pemandangan menajubkan itu. Namun tidak jarang gunung dengan tinggi 3.371 mdpl ini menyumbangkan cerita misteri bagi para pendakinya.

Cerita misteri yang pernah dialami oleh pendaki Gunung Sumbing

Sama seperti tempat-tempat lain, gunung juga mempunyai banyak kejadian-kejadian diluar nalar yang sering menimpa para pendakinya. Salah satu cerita yang paling sering dialami oleh pendaki adalah terdengarnya suara gaduh orang-orang sebagaimana keadaan di pasar. Kejadian ini telah banyak dialami oleh para pendaki Gunung Sumbing. Seperti cerita yang beredar kejadian ini dapat terjadi saat siang ataupun malam hari. Orang-orang menyebutnya dengan pasar setan, karena berdasarkan cerita dari orang yang mengalaminya ketika ia mendaki gunung tiba-tiba ia mendengar suara gaduh orang-orang yang kurang lebih berjumlah 30 orang.

Seperti dikatakan sumber suara yang terdengar seperti suara gaduh orang-orang yang sedang baris berbaris, selain itu ia juga mendengar suara tertawa seorang lelaki dan perempuan. Namun yang perlu diketahui pada hari itu tidak ada rombongan lain yang sedang mendaki dikarenakan sedang musim hujan. Sejauh mata memandangpun tidak ada wujud dari dari sumber keramaian tersebut. Kejadian ini menguatkan cerita orang-orang akan keberadaan pasar setan yang memang sudah dipercaya oleh khalayak.

Cerita yang tak kalah membuat merinding selanjutnya adalah munculnya sosok ibu-ibu pada trek pendakian. Kejadian ini bermula ketika ada sesosok ibu yang memunculkan dirinya pada suatu rombongan yang ketika itu hendak turun gunung. Saat itu rombongan mendengar suara merintih minta tolong, setelah ditelusuri dengan rasa takut yang menghantui ternyata ada seorang ibu-ibu yang berpakaian seperti ibu-ibu pada umumnya sedang duduk meringkuk dengan beralaskan sandal. Ibu itu terlihat menggigil kedinginan lalu ibu-ibu itu akhirnya diajak untuk turun bersama, setelah melewati trek dan hampir mencapai bascamp, oleh rombongan ibu-ibu itu ditinggal di belakangnya. Namun siapa sangka menurut penjaga basecamp ibu itu tidak pernah mencapai basecamp atau bisa dibilang ibu itu hilang tanpa jejak. Jika ditelaah secara rasional tidak mungkin bila ada seorang ibu dengan pakaian biasa berada di trek pendakian gunung seorang diri pada malam hari dan sama sekali tidak membawa perlengkapan seperti pendaki pada umumnya. Lebih lagi ibu itu hilang begitu saja tanpa ada jejaknya, menambah deretan kejadian tentang kemunculan ibu tersebut.

Itulah tadi sedikit cerita misteri yang legendaris di Gunung Sumbing, untuk teman-teman yang ingin mendaki Gunung Sumbing jangan lupa berdoa ya!

Leave a Reply