Cerita Misteri Kuburan Trunyan di Bali

Bali, pertama mendengar kata tersebut tentu kita akan langsung teringat akan keindahan pantai-pantai dan banyaknya tempat wisata di daerah tersebut. Tak lupa dengan kekentalan budaya yang juga masih terikat kuat pada masyarakatnya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Sehingga tidak mengherankan bila Bali menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi orang kebanyakan. Tetapi dibalik semua itu, ternyata banyak kisah tak kasat mata yang juga hadir mengiringi. Seperti contohnya cerita misteri di salah satu tempat unik di Bali, yaitu kuburan Trunyan.

Pernahkah anda mendengar kata tersebut? Kuburan Trunyan merupakan salah satu tempat unik yang saat ini juga dapat dijadikan destinasi wisata bagi orang-orang pemberani dan bermental baja. Sebab di kuburan Trunyan ini tersimpan cerita misteri yang tidak semua orang bisa menerimanya dengan pikiran terbuka. Mengapa demikian? Sebab kuburan Trunyan bukanlah macam kuburan biasa, kuburan ini berbeda dan perbedaannya hampir tidak dapat dinalar oleh logika manusia. Bagi orang Bali mungkin sudah terbiasa dengan kuburan Trunyan, tapi bagi orang di luar Bali tentu akan merasa kaget juga tercengang dengan fakta dibalik kuburan Trunyan.

Cerita Misteri Dibalik Kuburan Trunyan Bali

Bila pada umumnya di Bali orang-orang setelah meninggal akan dilakukan upacara adat Ngaben (pembakaran jenazah) tapi berbeda halnya dengan masyarakat atau orang-orang di desa Trunyan. Padahal Desa Trunyan sendiri masih masuk di kawasan Bali, tepatnya berada di sisi timur Danau Batur, Kabupaten Bangli, Bali. Bagi masyarakat Desa Trunyan mereka memiliki tradisi sendiri, yang mana tradisi ini menjadi cerita misteri dibalik adanya kuburan Trunyan. Di kuburan Trunyan anda akan dapat melihat mayat-mayat yang dibiarkan begitu saja tergeletak di atas tanah tanpa dikubur dan hanya diberi penutup berupa anyaman kayu berbentuk segitiga sama kaki.

Bila hal ini dinalar menggunakan logika jelas hal ini tidak mungkin dilakukan bukan? Sebab jenazah-jenazah tersebut tentu akan mengeluarkan bau busuk yang menganggu indra penciuman. Tetapi nyatanya walaupun di kuburan Trunyan jenazah hanya diletakkan begitu saja, tidak ada bau busuk yang menyelimuti ataupun lalat dan hewan-hewan lain yang lazimnya menggerogoti tubuh jenazah. Sangat aneh bukan? Usut punya usut ternyata hal ini disebabkan oleh keberadaan sebuah pohon tempat dimana jenazah tersebut diletakkan.

Pohon tersebut bernama pohon Taru Menyan, disebut demikian sebab dahulu kala diceritakan bila pohon ini menguarkan bau yang teramat wangi bahkan dapat tercium dari tanah Jawa. Dan karena keharuman tersebut raja-raja dari Jawa akhirnya dapat sampai ke tempat tersebut (pohon Taru Menyan) dan salah satunya menikah dengan dewi penunggu pohon tersebut. Karena raja itu tidak mau ada lagi yang terhipnotis dan mencium bau wangi Pohon Taru Menyan maka raja itu memerintahkan untuk meletakkan jenazah di sekitar pohon tersebut agar wanginya tidak lagi menguar hebat. Dan dari sanalah tradisi tersebut selalu diwariskan dan turun temurun hingga kini, tetapi kenyataannya memang tak pernah ada bau busuk dan semacamnya di sekitar kuburan.

Tentu hal ini adalah salah satu cerita mistis yang mau tidak mau harus diakui keberadaannya. Tetapi perlu anda ketahui bahwa mayat yang bisa disemayamkan dekat pohon Taru Menyan tidak bisa sembarang orang. Sebab ada kriteria khusus bagi mayat yang bisa disemayamkan di kuburan Trunyan itu. Terlepas dari legenda tersebut benar atau tidak toh nyatanya memang di kuburan Trunyan memang tidak mengeluarkan bau busuk meskipun banyak jenazah yang hanya diletakkan begitu saja. Bila anda ingin membuktikannya, datang saja secara langsung dan buktikan kebenarannya. Sekian cerita misteri ini semoga bisa memberi wawasan lebih pada pembaca semua.

One Response

  1. Diana May 23, 2018

Leave a Reply