Sekelumit Cerita Misteri Di Kebumen Yang Membuat Bulu Kuduk Anda Berdiri

Kebumen merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Kota yang memiliki slogan Kebumen Beriman itu memiliki berbagai tempat wisata yang menarik dan tak pernah sepi pengunjung. Walaupun begitu, ternyata tempat ini juga menyimpan cerita misteri yang juga membuat bulu kuduk berdiri. Tak sedikit tempat wisata yang juga menjadi tempat persinggahan sosok menyeramkan. Salah satunya yaitu Benteng Van der Wijck.

Cerita misteri Van der Wijck di Kebumen

Cerita horor ini berawal dari salah satu kamar yang terhubung melalui lorong-lorong yang berdinding merah terang dan suasana sangat hening yang mendalam yang jahat dan kagum pula. Terdengar suara sepatu yang mulai mengatur langkah di lorong bangunan tua yang berumur ratusan tahun tersebut. Salah satu bangunan Belanda tersebut menjadi saksi bisu atas sikap kekejaman para penyerbu dan rasa kagum terhadap fakta bahwa dua ratus tahun yang lalu bidang arsitektur negara-negara barat menjadi lebih maju. Itulah Benteng Van der Wijck.

Benteng Van der Wijck ini dibangun pada tahun 1827 dan merupakan bangunan yang masih layak digunakan untuk obyek wisata rohani dan obyek wisata yang berkaitan dengan sejarah. Bangunan dengan cerita yang menyeramkan ini terletak tepatnya di daerah kota Gombong, Kebumen. Benteng ini merupakan benteng yang hanya ada di Indonesia yang berbentuk heksagonal atau persegi delapan. Di dunia ini hanya ada dua bangunan benteng yang berbentuk heksagonal, yaitu benteng Van der Wijck ini sendiri dan bangunan di Australia. Ciri-ciri bangunan di Indonesia yaitu bentengnya yang terbuat dari batu bata merah.

Benteng ini memiliki dua lantai. Pada lantai satu terdapat empat gerbang yang di dalamnya ada 16 ruangan yang berukuran besar dan 27 ruangan yang berukuran kecil. Selain itu juga terdapat 72 jendela dan 8 tangga yang dapat menghubungkan ke lantai dua. Kemudian lantai kedua ini memiliki 16 ruangan yang besar dan 25 ruangan yang kecil serta memiliki empat buah tangga yang menghubungkan ke atap benteng. Di atas atap benteng ini terdapat dua buah kereta kecil yang digunakan untuk berkeliling di sekitar benteng. Namun terdapat cerita misteri di benteng ini. Lantai satu dan lantai dua ini memiliki keliling yang sama persis, tetapi jika berjalan di lantai satu akan memerlukan waktu yang lebih lama sekitar lima belas menit dari pada berjalan di lantai dua.

Sampai saat ini belum ada literatur yang menegaskan siapa arsitek bangunan megah ini yang memprakarsai pembangunannya. Nama Van der Wijck hanya diambil dari tulisan yang ada di pintu masuk benteng. Yang membuat bangunan tampak mistis adalah hingga saat ini tiap lantainya tampak kosong tak berpenghuni, hanya di beberapa ruangan yang diisi oleh pajangan foto-foto para pejabat militer bangsa Belanda, foto benteng sebelum direnovasi dan foto lainnya yang berkaitan dengan benteng Van der Wijck.

Selain itu juga terdapat besi-besi yang ada di bagian atap setiap ruangan dan terdapat kait besi yang menempel dengan kuat. Benteng ini pernah digunakan untuk tempat melatih para tentara Indonesia yang merupakan bentukan bangsa Jepang yakni PETA untuk pasukan tambahan melawan sekutu. Hingga tahun 1950-1984 benteng digunakan sebagai barak tentara. Hingga tahun 2000 kondisi bangunan ini cukup memprihatinkan. Dengan suasana yang demikian menjadikan bangunan ini tampak menyeramkan dan terdapat cerita misteri di dalamnya. Itulah sekelumit cerita tentang benteng Van den Wijck. 

Leave a Reply